Kamis, 23 April 2026

Longsor Besar di Cisarua

Mendagri Minta Titik Longsor di Cisarua Bandung Tak Lagi Dibangun Rumah

Mendagri Tito Karnavian meminta agar area longsor tidak lagi dibangun rumah dan dijadikan kawasan permukiman.

Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
TINJAU LOKASI LONGSOR -Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau lokasi longsor Cisarua, Minggu (25/1/2026). Mendagri minta titik longsor di Cisarua Bandung Barat tak lagi dibangun rumah permukiman. 
Ringkasan Berita:
  • Mendagri Tito Karnavian meminta agar area longsor tidak lagi dibangun rumah dan dijadikan kawasan permukiman
  • Tito minta titik longsor direboisasi, ditanam tanaman yang akarnya keras, agar struktur tanahnya bisa menguat kembali 
  • Bencana di kawasan perbukitan seperti di Cisarua Bandung Barat mirip dengan di daerah lain
  • Hal itu mengacu pada pengalaman Tito saat meninjau melihat dan mengalami langsung bencana yang belakangan terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar area longsor tidak lagi dibangun rumah dan dijadikan kawasan permukiman.

Hal itu disampaikan Tito saat meninjau langsung area longsor yang mengubur sekitar 30 rumah di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (25/1/2026).

"Ini tempat ini menurut saya jangan ditempati lagi, direboisasi, ditanam tanaman yang akarnya keras, agar struktur tanahnya bisa menguat kembali, kalau kembali akan longsor lagi, ini jadi pelajaran bagi daerah lain," kata Tito di lokasi.

Tito mengungkapkan bencana di kawasan perbukitan seperti di Cisarua Bandung Barat mirip dengan di daerah lain.

Baca juga: Ajaib, Balita 2 Tahun Ditemukan Selamat di Atas Genting Saat Rumah Lainnya Terkubur Longsor Cisarua

Hal itu mengacu pada pengalaman Tito saat meninjau melihat dan mengalami langsung bencana yang belakangan terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Polanya hampir sama, saya baru pulang dari Kab Agam, Sumbar, Tapanuli Tengah, selatan, Aceh, di daerah perbukitan seperti ini ketika struktur tanahnya itu lembut berpasir apalagi, tanahnya saya lihat gembur, subur di satu sisi untuk tanaman, tapi di sisi lain rawan," tutur Tito.

Tito enggan memberikan komentar soal adanya alih fungsi lahan di titik-titik bencana, baik di Cisarua maupun di Sumatera.

"Kita belum tahu. Kita bicara jangka pendek dulu," ujarnya. 

Baca juga: Dua Momen Penting Jadi Sorotan di Laga Persib vs PSBS Biak, Satu Hal Bikin Bobotoh Tak Sabar

Tito menambahkan, saat pemerintah tengah fokus pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun tanah dan penanganan bagi pengungsi di posko.

"Yang pertama jangka pendek dulu, semaksimal mungkin untuk mencari korban yang hilang, dibantu keluarganya, yang direlokasi juga sudah dibantu saya lihat, dari gubernur bupati dan lain-lain. Kemudian jangka panjang mereka harus direlokasi, dapat tempat yang baik, aman, kerjaan mereka dibantu," kata Tito. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved