Senin, 11 Mei 2026

Ini Alasan Dara Usia 24 Tahun Itu Ingin Menjadi Dosen

Ya, perempuan yang baru berumur 24 tahun itu adalah dosen di Prodi Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kota Bandung.

Tayang:
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/ Yongky Yulius
Shelvi (24), dosen muda di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Saat melihat Shelvi (24) sekilas, mungkin Anda tidak akan menyangka jika dia adalah seorang dosen.

Ya, perempuan yang baru berumur 24 tahun itu adalah dosen di Prodi Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kota Bandung.

Meskipun mengenakan blazer, sepatu formal, dan memoles wajahnya dengan riasan, Shelvi masih tampak seperti mahasiswa di kampus yang berlokasi di Ciumbuleuit itu.

Wajahnya yang masih terlihat muda membuatnya masih tampak seperti mahasiswa.

Jokowi Akan Daftar Sebagai Peserta Pilpres ke KPU, Besok Pukul 09:00

Saat ditemui Tribun Jabar, Selasa (7/8/2018), perempuan yang sudah menjadi dosen sejak awal tahun 2017 ini bercerita bahwa awalnya tidak ada keinginan untuk mengajar mahasiswa.

"Awalnya saya enggak kepikiran jadi dosen, dosen itu kan stratanya cukup tinggi. Dosen itu mengajarnya bukan siswa, tapi mahasiswa," katanya di perpustakaan kampus Unpar.

Saat kuliah di Prodi Administrasi Bisnis Unpar, di semester lima, perempuan yang berasal dari Cileunyi ini mendapat tawaran dari sekretaris prodinya untuk menjadi dosen luar biasa.

Shelvi sendiri adalah mahasiswa angkatan 2012 di kampus itu.

Lulus SMA Langsung Sibuk Menyanyi, Marion Jola Menikmati Aktivitasnya

"Saya dapat tawaran di semester lima, ini berani enggak nih nyobain (jadi dosen). Saya awalnya ragu karena mahasiswa itu kritis. Mereka (mahasiswa) kemungkinan menanyakan hal yang enggak saya pikirin. Waduh saya punya enggak nih kemampuan untuk menjawab itu. Awalnya sempat galau, bisa enggak ya saya jadi dosen," kata perempuan yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Akhirnya, Shelvi memberanikan diri menerima tawaran tersebut.

Beberapa alasan telah membuat perempuan asal Cileunyi ini mantap untuk menjadi dosen di Unpar.

Selain karena dia punya cita-cita menjadi pengajar, faktor keluarga, dan sifat pribadinya lah yang membuat dirinya semakin yakin.

Hashim Benarkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Akan Dideklarasikan Nanti Malam

"Pertama, saya cita-cita ingin jadi guru atau pengajar, dosen kan masih mengajar juga. Kedua, karena saya ini anak tertua, dan memang anak tertua punya tuntutan lebih dari orang tuanya, cici itu harus jadi teladan. Ketiga, kadang kalau saya melihat orang melakukan salah, saya akan langsung ngajarin orang itu, walaupun enggak diminta, walaupun orangnya mungkin annoying ya. Dengan jadi dosen, saya menolong banyak orang tanpa orang itu minta," kata Shelvi seraya tertawa.

Singkat cerita, dia rupanya menyukai pekerjaannya sebagai dosen.

Dengan menjadi dosen, ujarnya, dia semakin terpacu agar selalu terus belajar.

Kendati demikian, tak mungkin jika sebuah pekerjaan tak memiliki kendala.

Shelvi pun begitu, dia mengaku mengalami beberapa kendala selama menjadi dosen mata kuliah akuntansi, perpajakan, dan bisnis dan lingkungan.

"Pernah kejadian di dalam kelas saya ditanya hal yang saya enggak tahu. Pernah ada yang nanya gimana caranya bikin NPWP di kantor pelayanan pajak. Saya tidak malu mengakui ketidaktahuan saya. Saya enggak tahu, akhirnya saya catat dulu, minggu depan saya janji menjawab pertanyaannya," kata perempuan berkulit cerah itu.

Namun, menurutnya, kendala yang paling berarti adalah kendala dalam penelitian.

Shelvi mengakui belum mampu menulis dengan baik saat melaporkan hasil penelitiannya.

Jadi Cawapres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno Tak Perlu Mundur dari Wakil Gubernur DKI

"Topik penelitian saya kan perpajakan. Perpajakan itu sangat dinamis, sementara penelitian enggak sebentar, dan saya juga enggak cepat nulisnya. Akhirnya, saat penelitannya udah mau publish, kadang saya bertanya-tanya, ini hasilnya relevan atau enggak," ujarnya seraya tertawa.

Tak tinggal diam, Shelvi pun mengajak rekan sesama dosennya berkolaborasi agar dia bisa menulis secara baik dan cepat.

Dia mengajak dosen yang topik penelitiannya beririsan dengan topik penelitiannya.

"Selain itu, cara mengatasi kendala-kendala itu adalah dengan manajemen waktu. Saya itu durasi tidur harus cukup jangan sampai kurang, kalau kurang saya pusing dan enggak bisa mengerjakan pekerjaan sebagai dosen. Kemudian, saya juga sering membuat target pekerjaan selesai satu dua hari sebelum deadline. Kenapa? Kalau ada salah dan ada perbaikan, saya masih punya waktu memperbaikinya," kata perempuan berambut panjang tersebut.

Rumah Tangga Tak Bisa Dipertahankan, Sule Siap Bercerai, Ini yang Diminta Sule dari Lina!

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved