Hindari Penumpukan Kendaraan di Cileunyi, Jalur Tol Cigatas Diubah
Tol Cigatas ini tidak akan melewati Cileunyi, tol ini akan melewati Gedebage dan Majalaya, sebelum mencapai Garut.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) yang rencananya segera dikerjakan dalam waktu dekat, kemungkinan akan berganti jalur dari yang telah ditetapkan.
Tol Cigatas ini tidak akan melewati Cileunyi, tol ini akan melewati Gedebage dan Majalaya, sebelum mencapai Garut.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan dari hasil Feasibility Study yang selesai pada 2016, Tol Cigatas akan mengalami perubahan jalur dan kemungkinan namanya bukan lagi Cigatas karena tidak akan melewati Cileunyi.
Berdasarkan hasil review feasibility study pada 2016, daya dukung lahan dan lingkungan tol ini ternyata tidak pas jika jalan Cigatas memiliki rute Cileunyi, Garut, dan Tasikmalaya.
"Karena kalau itu dilakukan, maka di Cileunyi terjadi traffic jam. Pasalnya, jalur tersebut melewati Ujungberung, Rancekek, dan Sumedang," kata Iwa di Gedung Sate, Kamis (9/8/2018).
• Tangan Dingin Rahmad Darmawan Bisa Ganjal Kemenangan Persib Bandung di Kandang Mitra Kukar
Untuk menghindari traffic jam tersebut, kata Iwa, Pemprov Jabar mencoba berkoordinasi dengan 9 kepala daerah di wilayah bagian selatan. Yakni, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.
"Ternyata semua sepakat jalur ini sangat penting untuk dibangun," katanya.
Untuk meningkatkan efek ekonomi lebih jauh, hasil Feasibility Study itu menetapkan jalur Cigatas diawali dari Gedebage yang sudah menjadi bagian dari conectivity BIUTR. Bahkan, pembangunannya sudah selesai 2,1 kilometer.
"Dan untuk meningkatkan ekonomi di Majalaya. Maka jalur Cigatas diubah jadi Gedebage, Majalaya, Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar," kata Iwa yang menyatalan belum ada nama baru selain Cigatas.
Pemprov Jabar, katanya, bahkan telah menyosialisasikan proyek tersebut dengan Menteru Pekerjaa Umum dan Perumahan Rakyat. Khususnya, dengan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
"Kami mendapat respon sangat baik. Dari pusat. Nilai proyeknya, sementara sekitar Rp 5 triliun sampai Rp 8 triliun. Tapi rencananya kemungkinan akan dilanjutkan sampai ke Cilacap. Kalau ke Cilacap bisa puluhan triliun," ujar Iwa.
Iwa mengatakan untuk membiayai proyek tersebut sebagian besar menggunakan dana investasi swasta. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam proses pemrakarsa dan lelang investasi.
• Musim Kemarau, Produksi Air Minum Di UPT Air Minum Kota Cimahi Masih Normal
Iwa berharap, lelang investasi bisa dilakukan tahun ini. Sehingga, proses pembebasan lahan, proses DED (detail engineering design) dan detail lainnya bisa diselesaikan. Pihaknya menargetkan 2022 atau 2023 jalan tol ini sudah bisa beroperasi.
Terkait panjang jalan tol, menurut Iwa, ada 3 alternatif. Yakni, mulai dari 107 kilometer sampai dengan 126 kilometer. Iwa optimistis jika jalan tol ini selesai dibangun akan menyelesaikan masalah kemacetan di Rancaekek.
Iwa mengatakan saat ini prosesnya masih lelang investasi. Setelah itu, akan dihasilkan Badan Pengelola Jalan Tol. Kemudian, ada sharing anggaran tanah dari pemerintah pusat.
Penjabat Gubernur Jabar, Mochamad Iriawan, mengatakan Tol Bandung-Garut-Tasikmalaya ini dapat berperan untuk menekan inflasi. Hal ini disebabkan biaya transportasi berbagai komoditas, terutama pangan, dari kawasan Priangan Timur ke Bandung dan Jakarta, dapat ditekan.
"Kita jelaskan kepada Menteri Perhubungan tentang Cigatas, dan mereka merespons. Kita sebut tol ini bisa menekan inflasi. Kalau Cigatas ada, logistik dari Priangan ke Bandung dan Jakarta akan mudah dan murah," kata Iriawan.
Iriawan menuturkan selama ini komoditas pangan yang sebagian besar dipasok dari kawasan Priangan ini, berkontribusi besar pada tingkat inflasi. Hal ini disebabkan dengan tingginya biaya dan risiko transportasi dari kawasan Priangan ke Bandung dan Jakarta.
• Duet dengan Idola, Marion Jola Sempat Takut Lagunya Tidak Diterima Masyarakat
"Cigatas disambut baik, lagi dibicarakan di tingkat kementerian. Saya minta ada groundbreaking tahun ini. Supaya bisa cepat, saya minta belokan ke Kota Garut, supaya adil mereka dapat tol juga. Dan komoditas dari Garut cukup banyak," katanya.
Iriawan menuturkan tol ini akan dibiayai oleh pemerintah pusat dan investor. Tol ini pun akan menguntungkan dan memudahkan masyarakat Jawa Barat, terutama pengusaha lokal dalam memasarkan produknya.
"Pengiriman logistik bisa murah dengan adanya tol. Contohnya, kalau tadinya Rp 20 ribu per kilo, bisa jadi murah jadi Rp 10 ribu per kilo biaya angkutnya," ujarnya.
Iriawan yakin setelah dilakukan goundbreaking, pemerintah akan berusaha keras menjalankan dan menyelesaikan pembangunan tol tersebut. Kebutuhan akan tol ini semakin besar, seiring berkembangnya ekonomi di Priangan Timur. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cigatas-mendesak_20170201_232326.jpg)