Breaking News

BBPP Lembang Ingin Ciptakan SDM Petani yang Unggul dan Bergengsi

BBPP Lembang menggelar rangkain kegiatan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam hal pertanian, sejak Rabu (11/7) sampai Jumat (13/7)

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Bandel Hartopo 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar rangkain kegiatan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam hal pertanian, sejak Rabu (11/7/2018) sampai Jumat (13/7/2018).

Kepala BBPP Lembang, Bandel Hartopo mengungkapkan zaman era modern ini kaum muda atau millenial banyaj yang tak tertarik terjun ke bidang pertanian, karena sejumlah hal, seperti tak bergengsi ataupun berpikir bahwa petani itu identik dengan miskin dan kotor.

VIDEO: Ini Cara Menyajikan Beef Mountain Steak Unik Asal Eropa di Herb & Spice

Pertamina Akan Dorong Sektor Pariwisata Tasikmalaya

"Di sini kami ingin ubah pandangan tersebut dan hendak ciptakan kesan yang berbeda, bermula dengan memberikan contoh terlebih dahulu bahwa petani itu bisa juga mendapatkan keuntungan yang besar dan bergengsi," ujarnya di Cihampelas, Jumat (13/7/2018).

Untuk membentuk pandangan serta minat kaum muda, kata Bandel seorang anak muda harus memiliki jiwa enterpreneur dengan melihat sesuatu hal menjadi sebuah produk atau jasa, misalnya melihat bambu yang berserakan untuk menghasilkan uang.

"Jadi, ya petani muda harus dilatih dahulu agar miliki kreativitas dalam mengolah tanah garapannya, agar hasil produknya bisa menjadi unggulan dengan harga yang murah," ujarnya.

Sebanyak 65 persen wirausahawan muda dari bidang pertanian banyak yang mengalami kegagalan. Tetapi, hal itu justru tak menjadi patah semangat, melainkan mereka perlu mencatat setiap langkah demi langkah (prosesnya), agar dapat mengetahui di mana titik kegagalannya dan dapat belajar kembali.

"Harus ada pelatihan yang mudah dilakukan dan cepat menghasilkan uang, seperti menanam sayuran yang usianya pendek sehingga dapat panen cepat," katanya.

Ketik disinggung terkait alih fungsi lahan, Bandel mengakui saat ini hal tersebut tak terelakkan, namun di banyak kabupaten sudah buat tata ruang yang menyatakan beberapa daerah yang zonanya tak boleh berubah. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved