Jangan Asal Pelihara! Ini 5 Hal yang Harus Kamu Hadapi Kalau Pelihara Sugar Glider, Siap?
Mau memelihara sugar glider? Jangan langsung terpengaruh karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan, ya, cari tahu dulu risikonya
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mau memelihara sugar glider? Jangan langsung terpengaruh karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan ya.
Sebelum anda memelihara binatang berkantung ini, sebaiknya perhatikan juga resikonya sebelum memelihara.
Inul Daratista Kehilangan Cincin Berlian Rp 350 Juta, Tak Sadar Tangannya Ditarik Penonton https://t.co/pFEvGtKu6k via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) June 25, 2018
Koordinator Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI) Bandung, Sandi Yuga Barkah mengatakan walaupun perawatannya mudah namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memeliharanya, yaitu :
1. Sugar glider memiliki bau yang tak sedap
Sugar glider memiliki bau yang selalu menempel di tubuhnya, tidak bisa hilang walaupun sudah dimandikan.
Sugar glider jantan biasanya memiliki bau yang lebih kuat dibandingkan sugar glider betina.
Bau pada sugar glider mulai terasa ketika berusia 6-7 bulan. anda bisa menemukan warna kuning di bagian tenggorokannya.
Kelenjar tersebutlah yang membuat sugar glider menjadi bau. Bau tersebut digunakan sebagai penanda suatu tempat atau penanda sedang ingin kawin.
2. Buang Kotoran Sembarangan
Jangan heran jika sugar glider tiba-tiba pipis atau buang kotoran sembarangan kepada orang yang bukan pemiliknya.
Hal ini adalah wajar, karena ia ingin menandai wilayahnya.
Bagi anda yang baru pertama kali memelihara sugar glider, jangan kaget jika bau pipis hewan ini begitu menyengat dan cenderung buang kotoran di sembarang tempat.
Tak seperti kucing, sugar glider cukup sulit untuk diajarkan tidak membuang kotoran sembarangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sugar-glider_20170813_180658.jpg)