Sabtu, 2 Mei 2026

Tradisi Cuci Karpet Masjid Setelah Lebaran Jadi Piknik yang Murah Meriah

Uniknya tradisi ini tak hanya dilakukan oleh DKM setempat. Para pencuci karpet ini datang dari berbagai

Tayang:
Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Pengurus DKM Masjid Miftahurrohmat, RT 4/10, Kampung Cijagra, Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung tampak tengah mencuci karpet masjid di saluran irigasi Cibeureum Desa Sadu, Soreang, Rabu (20/6/2018). 

Mereka juga membawa perabotan semisal kompor, tabung gas, ketel dan lain sebagainya. Sementara para kaum laki-laki mencuci, ibu-ibu ini siap-siap memasak.

Saat tiba di lokasi, karpet-karpet masjid ini diturunkan satu per satu, kemudian diangkut ke aliran irigasi untuk dicuci secara berkelompok.

Satu karpet biasanya dicuci oleh 3-5 orang. Mereka dilengkapi dengan peralatan seperti ember, gayung, sikat, serta sabun dan deterjen.

Baca: Cristiano Ronaldo Cetak Gol Cepat, Portugal Memimpin 1-0 atas Maroko

Setelah selesai dicuci, karpet-karpet tersebut kemudian dijemur di pinggiran sungai dan bendungan.

"Sambil nunggu kering kami bisa botram bareng sambil ngobrol. Anggaplah liburan, piknik yang murah meriah," katanya.

Karpet-karpet ini sengaja dicuci karena sudah kotor saat digunakan salat ied di lapangan. Dan akan digunakan kembali di masjid untuk kegiatan ibadah sehari-hari.

Hal serupa juga disampaikan Imaduddin (34) pengurus DKM Masjid Nurul Falah, RT 01/08, Kampung Sayang, Desa Rancatungku, Kecamatan Pemeungpeuk Kabupaten Bandung.


Rombongan mereka yang berjumlah sekitar 50 orang ini sudah datang dan mulai mencuci sekitar pukul 08.00 WIB.

"Kami sengaja datang di akhir, karena kalau hari-hari pertama pasti penuh tidak ada buat menjemur dan mencucinya juga pasti ngantri," ujarnya di lokasi.

Sementara Euis Suhartini (68) warga setempat menuturkan para DKM ini sudah berdatangan sejak H+1 lebaran. Bahkan ada pula DKM yang datang seminggu sebelum memasuki lebaran.

"Kalau ramainya mah kemarin Sabtu dan Minggu penuh semua. Kalau sekarang sudah berkurang paling satu-dua DKM saja," katanya di kediamannya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved