Jumat, 5 Juni 2026

Mirip Senapan Star Wars, Malaysia Pernah Buat Senjata yang Jadi Bahan Olok-olokan

Negara tetangga, Malaysia, mencoba untuk memperkuat pertahananya dengan memproduksi senapan (rifle) buatan negerinya.

Tayang:
Editor: Yudha Maulana
istimewa/Grid.id
VB Berapi LP06 

TRIBUNJABAR.ID - Negara tetangga, Malaysia, mencoba untuk memperkuat pertahananya dengan memproduksi senapan (rifle) buatan negerinya.

Malaysia juga ingin tentaranya menenteng senapan organik buatan dalam negeri macam Indonesia dengan SS-1 nya atau Singapura dengan senapan Ultimax 100 mereka.

Maka pada tahun 2006 lalu prototipe senjata dalam negeri Malaysia diperkenalkan kepada publik.

Baca: 4 Fakta Kematian Rika Karina, Jasad Dimasukkan ke Dalam Kardus Usai Dibunuh Gara-gara Hal Sepele

Rifle tersebut dinamai VB Berapi LP06.

VB Berapi LP06 diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama Vita Berapi.

Direktur utama Vita Berapi, Hasyim Abdul Masjid mengatakan bahwa rancangan dan desain VB Berapi LP06 dibuat oleh Vyktar Prykhodeka yang entah ia seorang insinyur atau apa.

 VB Berapi

ist VB Berapi

VB Berapi dibuat dalam tiga prototipe, pistol LP01, Shotgun LP02 dan Rifle LP06.

Namun respon publik Malaysia malah negatif mengenai prototipe VB Berapi.

 
VB Berapi
 
VB Berapi

 Hal ini karena senjata itu berdesain aneh juga konyol.

Berbeda dengan bentuk dinamis senjata rancangan Pindad Indonesia macam SS-1 yang melisensi dari rifle FN FAL Belgia.

VB Berapi LP06 lebih terlihat (maaf) layaknya senjata mainan anak-anak atau senjata dalam film Sci-fi macam Star Wars.

 VB Berapi

 Bahkan kehadirannya malah menjadikan VB Berapi bahan olok-olokkan dalam hal industri senapan dunia.

Banyak yang mengira bahwa VB Berapi LP06 adalah sebuah konsep saja dan bukan senapan sungguhan.

Baca: Rumah Dua Lantai di Jalan Malabar Bandung Hangus Terbakar, Tepat di Belakang Hotel Papandayan

Padahal sejatinya VB Berapi dimaksudkan sebagai Bullpup assault rifle dengan amunisi 5.56 standar NATO.

Karena berbagai kekurangan dan desain tak jelas itu VB Berapi tidak pernah masuk ke lini produksi massal.(Seto Aji/Grid)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved