Selasa, 26 Mei 2026

Di Pilgub Jabar, Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Bersikap Netral

Iu Rusliana pun mengingatkan para kandidat, bahwa untuk meraih dukungan warga Muhammadiyah cukup dengan memberikan penjelasan

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Ketua Pemuda Muhammadiyah, Iu Rusliana. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana, menegaskan
organisasi yang dipimpinnya bersikap netral, tidak mendukung salah satu pasangan calon dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat.

"Secara organisasi, Pemuda Muhammadiyah itu netral. Tidak pernah sekali pun kami membahas di internal, melalui rapat atau keputusan resmi menyatakan dukungan, karena jelas bertentangan dengan aturan dan etika organisasi
Muhammadiyah," kata Iu Rusliana, di Bandung, dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (6/6).

Secara individu, lanjut Iu Rusliana, dirinya pun berusaha menahan diri untuk tidak masuk ke pusaran tarik menarik kepentingan politik dukungan. Hal ini dilakukannya untuk menjaga keutuhan organisasi, mengingat aspirasi politik para kader beragam.

"Bahwa ada kader-kader yang aktif menjadi tim sukses, dipersilakan, namun tak usah membawa nama Pemuda Muhammadiyah. Percaya diri saja, tidak usah bawa-bawa organisasi," ujarnya.

Oleh karena itu, Iu Rusliana menyatakan keberatan dan menyayangkan adanya pernyataan dan pemberitaan tentang dukungan Pemuda Muhammadiyah kepada pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) yang dilakukan sekelompok anak muda yang bergabung di Maharindu.

"Saya kaget membaca beritanya, walaupun telah dikoreksi, namun tetap saja jejak digital itu tak bisa dihapus. Menyedihkan rasanya melihat organisasi besar ini seperti dijual murah," katanya.

Iu Rusliana pun mengingatkan para kandidat, bahwa untuk meraih dukungan warga Muhammadiyah cukup dengan memberikan penjelasan dan program yang berpihak kepada rakyat dan umat. Tidak perlu dengan mencari para petualang politik di Muhammadiyah untuk menyatakan deklarasi dukungan.

"Warga Muhammadiyah itu sudah cerdas. Memiliki preferensi politik yang kritis dan memahami bahwa dakwah kebangsaan sangat penting. Pasti memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak baik, pro umat dan programnya diyakini
realistis dan sangat memajukan warga Jabar," tegasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved