Terpopuler
Daftar Kemenag Dituduh Ada Kepentingan Politik, Ustaz Yusuf Mansur: Menjadi Terbelah
Menag meminta maaf kepada orang-orang yang namanya tercantum dalam daftar.
Saya tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak manapun.
Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan ummat.
Saya telah terima dengan ikhlas pencoretan nama saya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian tahun lalu 2017 dan bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan.
Insya Allah saya memiliki idealisme dalam berdakwah yang tak bisa diatur atau dibeli oleh siapapun dengan harga dunia berapapun. Kecintaan saya kepada NKRI pun tak usah dipamerkan dan diteriakkan.
Silakan simak isi khutbah, ceramah dan tausiyah kajian saya, wawancara di media online dan cetak, bahkan di seminar atau konferensi yang saya ikuti.
Demikian rilis saya terkait kontroversi daftar 200 penceramah versi Kemenag yang dirilis kemarin hari Jum'at, 18 Mei 2018.
Billahi fi Sabil al-Haqq," tulisnya.
Ternyata bukan hanya Ustaz Fahmi Salim saja yang bereaksi karena namanya masuk daftar 200 mubalig rujukan Kemenag, beberapa penceramah lain juga turut angkat bicara. Sebut saja, Ustaz Yusuf Mansur, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak, hingga Aa Gym.
Yusuf Mansur menganggap bahwa ia tidak pantas masuk daftar 200 mubalig rujukan Kemenag.
"Saya berdoa dan berharap, ga ada kegaduhan sebab daftar nama itu.
Ga kepengen jg saya, dan kyknya kwn2 semua yg ada di daftar itu, kemudian menjadi terbelah, menjadi bersebrangan, dg beliau2, yg lbh arif, lbh bijak, lbh 'aalim, lbh saleh.
Akhirnya merugikan dakwah yg lapangannya semakin menantang dan perlu kerjasama semua pihak.
Dan kepada seluruh masyarakat di bawah, semoga jg tetap tenang.
Tidak memandang ini sebagai sebuah masalah.
Jgn ampe ada penolakan thd yg tdk direkomendasi jg.
Mengingat Indonesia Raya begitu luas.
Dari Sabang sampe Merauke, Aceh sampa Papua.
Mana bisa hanya ditangani oleh 200 nama yg direkomendasi.
Saya lbh senang dan lbh tentram, tidak ada di daftar nama.
Bukan krn ga suka dan tdk berterima kasih.
Tp lbh krn saya, msh santri, msh belajar, dan begitu banyak salah dan ketidakmampuannya.
Malu rasanya sama senior2 yg justru ga masuk.
Kepada Allah, kita semua berserah diri dan berdoa.
Semoga setelahnya, ga ada masalah dan urusan yg macem2 yg nambah PR kita semua.
Salam, Yusuf Mansur," tulis Yusuf Mansur dalam sebuah unggahan di Instagram-nya.
Hampir senada dengan Yusuf Mansur, Danhil Anzar juga merasa tidak pantas namanya masuk daftar.
Ia merasa masih banyak nama-nama lain yang lebih cocok masuk dalam daftar tersebut. Bahkan ia juga menyebut sosok Ustaz Abdul Somad (UAS).
Hal itu disampaikan Danhil dalam beberapa rangkaian cuitan di Twitter-nya.
"Ustadz berilmu tinggi dan berakhlak baik seperti Abdul Somad, Adi Hidayat dan banyak Ustadz2 lain yang tinggi komitmen kebangsaannya pantas didengar oleh Umat.
Jadi, tdk perlu menghidangkan selera satu kelompok kepada kelompok lain."
Kemenag penting mendengar semua pihak."
"UAS, Adi Hidayat dan ustadz yg berilmu tinggi lainnya pantas didengar oleh Umat,
justru terus terang sy merasa tdk pantas ada dilist tsb, karena bnyk sekali yg hrs sy pelajari, dan sy bkn ahli agama sprt UAS dan Adi Hidayat serta Ustadz baik lain yg ada dilist kemenag tsb."
"Pemerintah melalui Kemenag bisa membangun Dialog dengan para Muballigh sampaikan keresahan obyektif pemerintah, dan para Muballigh jg bs menyampaikan hal yg sama,
tanpa perlu membuat daftar rekomendasi yg cenderung Monolog, yang penuh curiga dan berpotensi memecah belah."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/daftar-200-nama-mubalig-kemenag-menag-minta-maaf-ustaz-ini-minta-namanya-dicabut_20180522_090416.jpg)