Minggu, 3 Mei 2026

Pilgub Jabar

Ini Konsep Dedi Mulyadi agar Permukiman Warga di Dekat Real Estate Jadi Setara dan Hapus Kesenjangan

Konsep tersebut lahir sebab rumah warga di sekitar real estate kerap tergolong ke dalam klasifikasi tidak layak huni.

Tayang:
Penulis: Haryanto | Editor: Ichsan
istimewa
Cawagub Jabar Dedi Mulyadi bertemu dengan warga Jalan Baru Prima, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Untuk meniadakan kesenjangan hunian di wilayah Jawa Barat, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memiliki konsep penyetaraan hunian di perkampungan dengan real estate.

Konsep tersebut lahir sebab rumah warga di sekitar real estate kerap tergolong ke dalam klasifikasi tidak layak huni. Kondisi itulah yang mengundang perhatian dari Dedi.

Menurutnya, pemukiman sekitar real estate, harus memiliki standarisasi atau kondisi yang sama dengan perumahan elit tersebut.

Baca: Persib Bandung Siap Banget Lawan PSM Makassar, Optimistis Raih Tiga Poin

Konsep itu dijelaskan oleh Dedi Mulyadi saat memenuhi undangan warga Kota Bekasi. Tepatnya, warga Jalan Baru Prima, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi, Senin (21/5/2018).

“Sudah ada kajian komprehensif yang dilakukan. Konsepnya, penataan kampung di seluruh Jawa Barat. Ini kami lakukan agar tidak ada kesenjangan antara perumahan elit dengan pemukiman warga di sekitarnya,” katanya.


Kajiannya itu, mencakup berbagai fasilitas yang harus ada di pemukiman warga itu.

Menurut mantan Bupati Purwakarta itu, fasilitas umum di kampung itu seperti lapangan, taman, sungai dan jalanan umum yang baik.

Hingga fasilitas yang ada, setara dengan fasilitas di perumahan elit yang ada di wilayah warga.

Sebab, kata Cawagub Jabar nomor urut empat itu, kesetaraan tidak hanya berlaku pada hunian saja, tapi harus ke berbagai aspek.

Cawagub Jabar Dedi Mulyadi bertemu dengan warga Jalan Baru Prima, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi.
Cawagub Jabar Dedi Mulyadi bertemu dengan warga Jalan Baru Prima, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi. (istimewa)

"Kami akan menata rumah warga, kami harus melakukan penataan fasilitas umumnya juga. Sungainya kita tata, lingkungannya kita tata. Masyarakat setempat harus menjadi tuan di wilayahnya sendiri,” ujar Dedi.

Selain menata rumah di perkotaan, pemukiman warga di pedesaan dan pesisir turut menjadi perhatian Dedi Mulyadi.

Ia akan membuat zonasi wilayah yang dibuat khusus sesuai fungsi dan peran wilayah masing-masing.


Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved