Selasa, 14 April 2026

Sesuai Harapan Presiden, Ini yang Dilakukan Kementerian BUMN pada Petani di Garut

Para petani bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), sehingga gabah yang telah dihasilkan petani dijual ke Bulog

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Komplek Pergudangan Sukagalih Bulog Sub Divre, Jalan Cimanuk, Kabupaten Garut, Kamis (15/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, menjelaskan, program serap gabah yang berintegrasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI) dapat mensejahterakan petani di Kabupaten Garut.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengatakan, hal tersebut sesuai dengan harapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Program untuk mensejahterakan petani dengan cara serap gabah petani," ujar Rini di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (21/5/2018).


Di Kabupaten Garut, ada empat kecamatan dengan lahan 4.500 hektare yang digarap oleh 7 ribu petani.

Rini mengatakan, para petani kemudian bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), sehingga gabah yang telah dihasilkan petani dijual ke Bulog

"Nanti bersama-sama dengan Bulog," katanya.

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI, Bambang Setyatmojo, mengatakan, program serap gabah di Garut mengutamakan pembelian gabah pada harga pasar untuk para petani yang telah menjadi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI dan pemegang kartu tani BNI.

"Program ini pun bekerjasama dengan PT MDB dan agen-agen GSHP sebagai Distribution channel yang bertujuan untuk dapat mengintervensi pasar dan mempersingkat mata rantai yang selama ini berjalan sejak dulu yang melibatkan tengkulak dan penebas," katanya.

Baca: Pelaku Pemberi Rokok pada Orangutan Ozon Mengaku Sudah Melihat Ozon Merokok Sebelumnya

Baca: Komunitas Pensil Kertas Galang Dana untuk Korban Kebakaran Malabar, Yuk Ikut Bantu!

Bambang mengatakan, dampak positif dari program ini akan menerima pendapatan hasil panen lebih besar serta sejahtera, "Dengan demikian diharapkan para petani dapat membayar kewajibannya pada BNI tepat waktu," kata Bambang.

Pada kesempatan yang sama, Rini pun melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Arqom, Jalan Garut - Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan menyaksikan program padat karya tunai yang merupakan CSR BNI.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved