Pilgub Jabar
Uu Blusukan di Kuningan, Ini Solusinya untuk Wisata Religi Darmaloka dan Stok serta Harga Kedelai
"Menurut kami, pemimpin harus sering turun ke bawah, ke daerah. Berkomunikasi langsung dengan masyarakat," kata Uu
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon wakil gubernur Jabar pendamping Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, ia terus menyapa masyarakat, khususnya di pedesaan, pada masa kampanye. Cara seperti ini diyakini mampu lebih mendekatkan dirinya dengan masyarakat.
Uu menjelaskan setiap pemimpin harus sering turun dan bertemu langsung dengan masyarakat agar memahami betul keinginan dan permasalahan yang dirasakan warganya.
"Menurut kami, pemimpin harus sering turun ke bawah, ke daerah. Berkomunikasi langsung dengan masyarakat," kata Uu melalui keterangan pers yang diterima, Minggu (20/5/2018).
Baca: Viral, Maukah Warga Memeluk Wanita Bercadar Pascainsiden Bom? Hasilnya Mengejutkan
Uu menambahkan masyarakat di pedesaan pun harus mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah. Bahkan, bukan tidak mungkin jika persoalan yang dialami warga desa jauh lebih banyak dibanding perkotaan.
"Masyarakat membutuhkan kebijakan yang pro kepada mereka, butuh perhatian dari pemimpinnya. Kalau tidak turun, pemimpin tidak tahu apa-apa tentang persoalan di warganya. Karena tahunya hanya menerima laporan yang bagus-bagus saja," katanya seraya menyebut dengan sering turun langsung ke masyarakat, ia jadi lebih banyak tahu tentang potensi dan keinginan masyarakat.
David Beckam Tertangkap Basah 'Berulah' Saat Royal Wedding Meghan Markle dan Pangeran Harry, Kelewatan https://t.co/GJHJAaRzcN via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 20, 2018
Sebagai contoh, lanjut Uu, pada hari Minggu (20/5/2018) ini dirinya berkunjung di kawasan wisata religi Darmaloka, di Kabupaten Kuningan. Dalam kegiatannya kali ini, terungkap potensi dan permasalahan di daerah tersebut.
Di lokasi itu, katanya, terdapat bekas kediaman Syekh Abdul Muhyi, ulama besar di Jawa Barat pada abad 17-an. Meski tempat tersebut banyak dikunjungi para peziarah, menurutnya tidak dirawat dengan baik.
"Kelihatannya dari dulu sampai sekarang begini-begini saja. Sejak kecil saya suka main ke sini. Padahal, ini akan mendatangkan potensi yang besar jika dikelola dengan baik. Katanya ini dimiliki provinsi. Artinya perlu sentuhan-sentuhan pemerintah," kata Uu yang berjanji akan menata lokasi tersebut jika dirinya bersama Ridwan Kamil memenangi Pilgub Jabar 2018.
Berdasarkan hasil kunjungannya kali ini pun, Uu mengetahui persoalan yang dirasakan pengrajin tahu dan tempe setempat. Sekarang mereka tercekik oleh tingginya harga kedelai yang merupakan bahan baku utama pembuatan makanan tersebut. Hal ini terjadi karena mereka menggunakan kedelai impor dari Amerika sehingga terimbas naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah.
"Barusan juga saya bertemu pengusaha tempe dan tahu. Mereka mengeluhkan harga kedelai yang tinggi, tapi harga tempe dan tahunya segitu-gitu saja," katanya.
Oleh karena itu, jika dirinya bersama Ridwan Kamil dipercaya memimpin Jawa Barat, akan melakukan pemetaan terhadap lahan pertanian yang ada. "Solusinya pertanian. Harus menanam sendiri, jangan mengandalkan impor," katanya.
Penyakit Mantu Hatta Rajasa Mematikan, Kondisinya Memprihatinkan, Mengapa Selama Ini Adara Diam? https://t.co/fARJUYvBqe via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 20, 2018
Saat menjabat Bupati Tasikmalaya sejak 2010 hingga saat ini, dirinya menginstruksikan pemanfaatan sawah tadah hujan untuk ditanami kedelai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/uu-ruzhanul-uum_20180520_155100.jpg)