Minggu, 12 April 2026

13 Mayat Teroris Surabaya Ini Terlunta-lunta, Belum Diambil Keluarga, Jika Tidak Diambil Akan Begini

Mengingat beberapa dari pihak keluarga dan warga menolak adanya pemakaman jenazah teroris di kawasan mereka.

Penulis: Ichsan | Editor: Ichsan
istimewa
Keluarga bomber Surabaya 

TRIBUNJABAR, ID - Sudah empat hari berlalu, sejak serangan bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) dan di Mapolrestabes Surabaya pada Senin (14/5/2018), belum ada seorang pun keluarga dari 13 pelaku yang tewas datang ke RS Bhayangkara, tempat para jenazah disemayamkan. 

Ke-13 pelaku yang tewas itu berasal dari tiga keluarga yakni keluarga Dita Oeprianto, Anton Febrianto, dan Tri Murtiono.

Pada peledakan tiga gereja, ada enam pelaku bom bunuh diri tewas di lokasi yang tersebar di Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan GPPS Arjuno.

Kemudian berlanjut tiga korban tewas dari pasangan suami istri dan satu anak di Rusun Wonocolo Blok B Lantai 5, Sidoarjo.

Menyusul, tewasnya keluarga Tri Murtiono beserta istri dan dua anaknya pada peledakan di depan gerbang Mapolrestabes Surabaya.

Baca: Kenalkan Ayoub, Pria Kristen yang Bangunkan Warga Muslim untuk Sahur, Kisahnya Luar Biasa

Pascatewasnya 13 pelaku terorisme, menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, seperti dikutip dari Tribunjatim.com  belum ada keluarga yang datang untuk mengambil jenazah.

Mengingat beberapa dari pihak keluarga dan warga menolak adanya pemakaman jenazah teroris di kawasan mereka.

Salah satu contohnya dari keluarga Puji Kuswati (pelaku peledakan tiga gereja), yang menolak keras bila tersangka dimakamkan di Banyuwangi, daerah kelahirannya.


Pihak keluarga tidak menginginkan jenazah dimakamkan di Banyuwangi, karena Puji bukanlah warga Banyuwangi.

Meski dia memiliki hubungan kerabat dan orangtuanya juga tinggal di Banyuwangi, pihak keluarga tetap tak ingin jenazah dimakamkan di Banyuwangi.

Apalagi Puji sudah sejak lama berpisah dengan keluarga di Banyuwangi, dan diasuh oleh bibinya di Magetan.

"Belum ada keluarga korban yang datang untuk melihat ataupun mengambil jenazah yang sudah kita indentifikasi semuanya," kata Irjen Pol Machfud Arifin.

Keluarga mereka tak mau mengakui dan datang untuk mengambil jenazah para bomber dan terduga teroris tersebut.


Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved