Rumah Butut Sukaesih Tak Kunjung Diperbaiki, Program Rutilahu Pemkot Cimahi Dinilai Ngawur
Dalam penunjukkan atau pemilihan rumah warga sebagai target sasaran Rutilahu tidak ada transparansi dari pihak kelurahan.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
"Yang ini (Rumah Sukaesih) masih nunggu, tapi yang dapat duluan malah warga yang lain, padahal ini sudah masuk daftar tunggu," katanya.
Daftar tunggu rumah yang layak untuk mendapat bantuan program Rutilahu itu, kata Nanang, sebanyak 21 rumah dan untuk tahun ini pihaknya merekomendasikan delapan rumah untuk direhab, termasuk rumah milik Sukaesih.
Menurutnya, penentuan rekomendasi Rutilahu itu pengajuannya melalui pihak RW 06 berdasarkan skala prioritas, seperti rumah milik Sukaesih, yang sangat layak untuk mendapat bantuan rehabilitasi.
Hal senada disampaikan Ketua RW 05, Kekurahan Leuwigajah, Dadang Mulyana, bahwa selama ini sebagian Ketua RW di Leuwigajah tidak pernah dilibatkan oleh kelurahan dalam menentukan rumah yang layak mendapat bantuan.
Nih Identitas Empat Teroris yang Menyerang Mapolda Riau, Semuanya Tewas Ditembak https://t.co/7pqOVHTQ3B via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 16, 2018
"Saya sendiri saja, selama dua bulan menjabat ketua RW belum pernah dilibatkan. SMS, telepon (kepada lurah) tidak pernah diangkat," ujar Dadang.
Menurutnya, lagi-lagi tidak ada transparansi dari pihak kelurahan, khususnya lurahnya yang patut dicurigai karena ada permainan dalam penentuan sasaran Rutilahu di wilayahnya tersebut.
Pada tahun ini ada sebanyak 335 rumah yang mendapat bantuan program rutilahu yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2018.
Nominal anggaran per rumah khusus dari APBD Kota Cimahi mencapai Rp 16 juta, rinciannya, Rp 10 juta untuk material dan Rp 6 juta untuk biaya jasa tukang yang akan diambil dari masyarakat sekitar.