Rumah Butut Sukaesih Tak Kunjung Diperbaiki, Program Rutilahu Pemkot Cimahi Dinilai Ngawur
Dalam penunjukkan atau pemilihan rumah warga sebagai target sasaran Rutilahu tidak ada transparansi dari pihak kelurahan.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Adanya rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik pasangan suami istri Sukaesih (70) dan Kurdi (76) membuktikan program Rutilahu Pemerintah Kota Cimahi tidak tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Ketua RW 06, Nanang Sutaryat saat ditemui di kediamannya di Kampung Cibogo, RT 04/06, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (16/5/2018).
Menurut Nanang, pendapat tersebut bahkan keluar dari sejumlah Ketua Rukun Tetangga (RT) yang berada di Kelurahan Leuwigajah, Kota Cimahi.
Baca: Keluar dari Grup WhatsApp dan Ogah Masuk Lagi? Jangan Khawatir, Ada Fitur Terbarunya
Nanang mengatakan, dalam penunjukkan atau pemilihan rumah warga sebagai target sasaran Rutilahu tidak ada transparansi dari pihak kelurahan.
"Rutilahu tidak obyektif penunjukannya. Seperti ada faktor kedekatan yang didahulukan. Ada titipan oknum," kata Nanang.
Nanang mencontohkan, rumah milik pasutri Sukaesih dan Kurdi (70) yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan perbaikan melalui program Rutilahu.
Wow, Ini Deretan Timnas Paling Mewah di Piala Dunia 2018, Ada Portugal? https://t.co/mIRMih8utC via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 16, 2018
Hal tersebut, karena rumah milik pasutri itu kondisinya sudah tampak mengkhawatirkan, sehingga tidak layak untuk dihuni.
Diberitakan sebelumnya, tiga ruangan rumah tersebut atapnya terlihat sudah rusak, kayu-kayunya sudah keropos, bahkan kamar yang hanya satu-satunya atapnya akan ambrol.
Nanang mengaku, sudah mendata dan mengajukan program rutilahu untuk rumah warganya itu kepada pihak kelurahan.
"Tapi yang mendapat bantuan Rutilahu malah rumah milik warga lain yang sama sekali belum pernah didaftarkan," kata Nanang.
Tetangga Cerita Kalau Anak Bomber Surabaya Menangis Sebelum Melakukan Aksi Bom Bunuh Diri https://t.co/zflArDAgce via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 16, 2018
Pihaknya sudah mengajukan program rutilahu untuk rumah Sukaesih itu sejak tiga bulan yang lalu, namun hingga saat ini tak kunjung direhabilitasi.
Sehingga, kata Nanang rumah milik Sukaesih yang telah diajuakan pada program Wali Kota itu, hingga kini masih dalam proses daftar tunggu.
"Yang ini (Rumah Sukaesih) masih nunggu, tapi yang dapat duluan malah warga yang lain, padahal ini sudah masuk daftar tunggu," katanya.
Daftar tunggu rumah yang layak untuk mendapat bantuan program Rutilahu itu, kata Nanang, sebanyak 21 rumah dan untuk tahun ini pihaknya merekomendasikan delapan rumah untuk direhab, termasuk rumah milik Sukaesih.
Menurutnya, penentuan rekomendasi Rutilahu itu pengajuannya melalui pihak RW 06 berdasarkan skala prioritas, seperti rumah milik Sukaesih, yang sangat layak untuk mendapat bantuan rehabilitasi.
Hal senada disampaikan Ketua RW 05, Kekurahan Leuwigajah, Dadang Mulyana, bahwa selama ini sebagian Ketua RW di Leuwigajah tidak pernah dilibatkan oleh kelurahan dalam menentukan rumah yang layak mendapat bantuan.
Nih Identitas Empat Teroris yang Menyerang Mapolda Riau, Semuanya Tewas Ditembak https://t.co/7pqOVHTQ3B via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 16, 2018
"Saya sendiri saja, selama dua bulan menjabat ketua RW belum pernah dilibatkan. SMS, telepon (kepada lurah) tidak pernah diangkat," ujar Dadang.
Menurutnya, lagi-lagi tidak ada transparansi dari pihak kelurahan, khususnya lurahnya yang patut dicurigai karena ada permainan dalam penentuan sasaran Rutilahu di wilayahnya tersebut.
Pada tahun ini ada sebanyak 335 rumah yang mendapat bantuan program rutilahu yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2018.
Nominal anggaran per rumah khusus dari APBD Kota Cimahi mencapai Rp 16 juta, rinciannya, Rp 10 juta untuk material dan Rp 6 juta untuk biaya jasa tukang yang akan diambil dari masyarakat sekitar.