Kamis, 9 April 2026

Serangan Bom di Surabaya

Bom di Surabaya Diduga dari Sel Black Widow, Sebelumnya Pernah Serang Gunakan Bom Panci

Pasukan ini sebelumnya pernah mencoba menyerang istana dengan bom panci, namun berhasil digagalkan.

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Polisi berjaga di Gereja Katerdal, Kota Bandung, Minggu (13/5/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia Ridlwan Habib, mengatakan serangan bom di 3 gereja di Surabaya diduga ada keterkaitan dengan jejaring napi terorisme di Mako Brimob.

Menurut Ridlwan, ada dugaan serangan dilakukan sel yang disebut "black widow" atau "janda hitam".

"Janda hitam adalah istilah bagi pasukan teroris yang suaminya atau kerabatnya tewas dalam kasus-kasus sebelumnya, " kata Ridlwan Habib kepada Tribunnews.com, Minggu (13/5/2018)..

Pasukan ini sebelumnya pernah mencoba menyerang istana dengan bom panci, namun berhasil digagalkan.

Pelakunya saat itu Anggia alias Khanza ditahan di Rutan Mako Brimob bersama anaknya.

"Ada provokasi dengan isu-isu penelanjangan penjenguk rutan dan sebagainya yang membuat jaringan mereka di luar marah dan menyerang, " kata Ridlwan.

Ridlwan juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan foto maupun video serangan itu.

Baca: Ssst. . . Ini Rahasia di Balik Kelembutan Cheese Cake Uncle Tetsu

Baca: Persib Tanpa Jonathan Bauman ke Kandang Persebaya, Mario Gomez Anggap Bukan Masalah

"Tujuan teroris menyebar ketakutan, kita jangan bantu mereka, " katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan terdapat 9 korban meninggal dunia dan 40 korban luka-luka akibat insiden ledakan bom di tiga gereja di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ledakan terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng Surabaya, pada Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 07.15 WIB.

Lalu, ledakan terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama di GKI Jalan Diponegoro dan Gereja di Jalan Arjuna.

"Ada 10 meninggal dunia. 41 (orang-red) masuk rumah sakit luka-luka," tutur Frans, kepada wartawan, Minggu (13/5/2018).(*)


Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved