Selasa, 5 Mei 2026

Kalah Pemilu, Kini Eks PM Malaysia Najib Razak Dicekal Imigrasi, Keluarga Kena Imbas, Gara-gara Ini?

Pihak Imigrasi Malaysia memasukan nama Najib Razaq ke dalam daftar hitam. Ia dilarang bepergian ke luar negeri.

Tayang:
Penulis: Widia Lestari | Editor: Widia Lestari
Kolase Tribun Jabar
Najib Razak 

Sebelum Pemilu Malaysia digelar, ia dituding korupsi atas penjarahan dana perusahaan investasi negara, yakni 1Malaysia Development Berhand.

Kasus korupsi ini bahkan menjadi berita yang menghobehkan dunia.

Kasus inilah yang memungkinkan menjadi penyebab Nazib Razaq dilarang ke luar negeri. (Tribun Jabar/Widia Lestari)

Baca: Dewi Persik Amuk-Amukan Dituding Kekang Suami: Peramal Huru-hara, Sindir Sosok Ini?

Baca: Dua Mayat di Pantai Itu Ternyata Orangtua Presenter Citra Kharisma, Ayahnya Pilot, Ibunya Pramugari

Tudingan Skandal 1MDB

Dilansir AFP, Najib merupakan putra dari pendiri negara Malaysia.

Dia menampilkan dirinya sebagai reformis ketika berkuasa pada 2009.

Pada masa jabatan kedua pada 2013, perusahaan pendanaan 1MDB dibentuk oleh Najib untuk mempromosikan pembangunan ekonomi.

Namun, justru terpeleset ke dalam lubang utang yang besar.

Kisah raibnya dana di 1MDB meledak pada 2015 ketika dilaporkan oleh The Wall Street Jounal yang menerbitkan sebuah dokumen.

Dokumen itu diduga merupakan bukti perdana menteri telah menerima 681 juta dollar AS ke rekening pribadinya.

Najib dan manajemen 1MDB secara konsisten membantah melakukan kesalahan.


Kementerian kehakiman AS melayangkan gugatan perdata untuk berupaya menyita 1,7 miliar dollar aset mulai dari real estate hingga karya seni, yang diduga dibeli dengan uang yang dirampas dari 1MDB.

Dalam konferensi pers pada Kamis (10/5/2018) dini hari, Mahathir ditanya mengenai tindakan yang akan dia ambil terhadap dugaan skandal terhadap Najib.

"Kami tidak balas dendam. Yang kami ingin lakukan adalah mengembalikan aturan hukum," ucapnya.

"Jika ada yang melanggar hukum, termasuk jurnalis, mereka akan diseret ke pengadilan," imbuhnya.

Skandal 1MDB mungkin telah menjadi berita utama internasional, tapi di jantung pedesaan Malaysia, itu bukan masalah paling penting.

Banyak pemilih dari desa yang mengaku kesulitan menghadap biaya hidup yang terus meningkat. (Kompas.com)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved