Rabu, 29 April 2026

Perdana Menteri Malaysia Akui Kekalahan dari Mahathir Mohamad di Pemilu

Dokumen itu diduga merupakan bukti perdana menteri telah menerima 681 juta dollar AS ke rekening pribadinya.

Editor: Ravianto
chanel news asia
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (Kanan) dan pemimpi oposisi Mahathir Mohamad (kiri). 

TRIBUNJABAR.ID, KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Kamis (10/5/2018) menyatakan, menerima keinginan rakyat setelah koalisinya yang berkuasa lama mengalami kekalahan mengejutkan dari Mahathir Mohamad.

Demikian pernyataan pertamanya kepada publik sejak hasil pemilu menunjukkan koalisi oposisi Pakatan Harapan meraih kemenangan.

"Saya menerima putusan rakyat dan Barisan Nasional berkomitmen pada prinsip-prinsip demokrasi," ucapnya, seperti dilansir dari AFP.

Untuk mengklaim mayoritas di parlemen, partai atau koalisi harus mengamankan 112 kursi.

Sementara koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir meraih 121 suara, bersama dengan aliansi kecil di Malaysia bagian Kalimantan.

Namun, tidak ada partai tunggal yang mencapai suara mayoritas sehingga Najib menyerahkan keputusan kepada Agong.

Agong merupakan gelar bagi raja Malaysia yang digiliri setiap lima tahun antara sembilan negara bagian yang masih dipimpin raja.

Baca: Baru Lahir Empat Hari, Bayi Ini Sudah Terjebak dalam Drama Penyanderaan, Begini Nasibnya Sekarang

Baca: Mantan Teroris Sebut Apa yang Diduga Memicu Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

The Star Malaysia melaporkan, Najib meminta pendukungnya untuk menghormati keputusan Agong dan meyakini hal tersebut sebagai keputusan terbaik.

"Sekarang rakyat akan menunggu janji Pakatan Harapan dalam manifesto dan pidato mereka," katanya.

Dia mengakhiri pidatonya dengan berterima kasih kepada anggota Barisan Nasional.

"Ada 79 kursi yang kami menangkan menjadi amanat tanggung jawab besar," ujarnya.

"Kami akan melaksanakan tanggung jawab kami sehingga rakyat dapat makin mempercayai Barisan Nasional di masa depan."

Najib kini harus menghadapi tudingan korupsi atas penjarahan dana pada perusahaan investasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Kisah raibnya dana di 1MDB meledak pada 2015 ketika dilaporkan oleh The Wall Street Jounal yang menerbitkan sebuah dokumen.

Dokumen itu diduga merupakan bukti perdana menteri telah menerima 681 juta dollar AS ke rekening pribadinya.

Baca: Singgung Marinir dan Kopassus saat Amankan Unjuk Rasa, Kapolres Karawang Akhirnya Minta Maaf

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved