Masih Ingat Bocah Terberat di Dunia asal Karawang? Sekarang, Katanya Makan Enam Sendok Sudah Kenyang

"Saya kehilangan nafsu makan, sekarang bahkan enam sendok [makanan] sudah membuat saya kenyang," kata Arya kepada ABC.

Editor: Ravianto
Net
Arya Permana pada tahun 2016 (kiri) dan Arya pada tahun 2018. 

Arya harus kehilangan sebagian berat badannya untuk memungkinkan dia bisa berjalan.

"Saya kehilangan nafsu makan, sekarang bahkan enam sendok [makanan] sudah membuat saya kenyang," kata Arya kepada ABC.

“Mereka mencegah saya mengonsumsi makanan dan minuman manis, terutama minuman ringan.

'Saya bisa bermain sepak bola, tenis, bulu tangkis, dan yang paling penting, saya bisa pergi ke sekolah setiap hari'.

Dokter awalnya menyebut kondisi Arya 'salah satu kasus obesitas terberat di dunia'.

Arya adalah seorang siswa yang antusias dan cerdas sampai dia tumbuh besar sehingga berjalan menjadi tidak mungkin.

Dia dipaksa putus sekolah karena kondisi berat badannya yang tak memungkinkan dia bergerak jauh.

"Akulah yang paling disalahkan. Aku menyesalinya karena itu kesalahanku. Saya tidak mengontrol berapa banyak saya memberinya makan. Saya terus memberi makan Arya karena saya mencintai anak saya," ujar Ibu Arya, Rokayah Soemantri (35).

"Tidak ada cara yang mungkin bagi kami untuk membawanya ke sekolah sehingga dia harus belajar di rumah selama satu tahun penuh," timpal ayahnya, Ade.

“Dia tidak bisa bermain atau melakukan hal lain seperti anak-anak lain. Dia hanya akan menonton TV atau bermain  ponsel. Itu sangat menyakitkan bagi kami, orang tua."

Sebelum menjalani operasi, ia menjalani diet harian lima kali sehari, ayam goreng, nasi, mi, dan es krim cokelat.

Ayah Arya seorang berusia 45 tahun yang bekerja sebagai penjaga keamanan.

Dia mengatakan, "Arya 'tidak merasa kenyang' dan akan memakan 'dua paket mi dan dua telur, lebih dari setengah kilo ayam dan nasi ... empat sampai enam kali sehari."

“Yang paling menyedihkan adalah melihat Arya mencoba bangkit. Dia akan kehabisan nafas hanya berjalan lima meter. Kami sangat khawatir. '

Kelahiran Arya Bocah Tergemuk di Dunia

Ketika lahir, Arya memiliki berat 3,7 kg. Berat badannya normal sampai dia berusia lima tahun.

Beratnya melonjak menjadi 127kg hanya dalam empat tahun, ukuran Arya sebagai bocah sembilan tahun mulai menarik perhatian.

Setelah ambruk pada upacara bendera sekolah, dia menarik perhatian para dokter top di Indonesia.

Setelah keberhasilan operasi, Arya kini dapat berjalan ke sekolahnya dan bermain dengan teman-teman sekelasnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved