Miras Oplosan Maut

Temannya Tewas Setelah Sama-sama Minum Miras Oplosan, Korban Selamat: Saya Kapok

Saya enggak mengerti kenapa dicampur, yang paham hanya teman saya. Setelah dicampur, kami meminum

Temannya Tewas Setelah Sama-sama Minum Miras Oplosan, Korban Selamat: Saya Kapok
Tribunjabar/Mega Nugraha
Miras oplosan yang disita Polrestabes Bandung, Senin (9/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- AG (18), korban selamat setelah minuman keras (miras) oplosan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengaku menyesal mengkonsumsi miras oplosan.

"Saya kapok, ini perdana saya mendaki, perdana minum miras, akibatnya kami menderita dan teman kami satu orang meninggal," kata AG kepada Tribun Jabar, Senin (30/4/2018).

AG bersama tiga orang temannya menuju tempat pendakian pada Sabtu (28/4/2018) sekira pukul 10.00 WIB. Kepergian AG bersama temannya tanpa sepengetahuan ibu AG.

AG dan temannya pergi menuju Apotek untuk membeli empat botol alkohol 70 persen dan mencampurnya dengan minuman suplemen.


"Saya enggak mengerti kenapa dicampur, yang paham hanya teman saya. Setelah dicampur, kami meminum mulai dari rumah Kinoy, seorang teman saya yang selamat," kata AG.

AG empat kali menenggak miras oplosan itu. Setelah itu, AG merasakan panas di bagian tenggorokan.

Dalam perjalanan menuju tempat perkemahan, AG sudah merasakan pusing dan mencoba menolak tawaran dari temannya yang akhirnya meninggal akibat terlalu berlebihan meminum miras oplosan.

Baca: Jelang Laga Madura United Vs Persib, Victor Igbonefo Puji Laskar Sape Kerrab Setinggi Langit

Keempat pria tersebut hanya berjalan kaki menuju tempat perkemahan. Butuh waktu sekira 1,5 jam berjalan kaki menuju puncak pendakian.

Kondisi fisik keempat pria tersebut semakin parah karena saat pendakian, mereka belum makan dan tidak membawa perbekalan makanan maupun perlengkapan kemah.

Tidak ada rencana keempat laki-laki ini untuk menginap. Mereka merencanakan perjalanan tersebut di pagi hari pukul 07.00 WIB, dan tujuan ke puncak adalah pemandangan menunggu matahari tenggelam. (*)

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved