Miras Oplosan Maut
Temannya Tewas Setelah Sama-sama Minum Miras Oplosan, Korban Selamat: Saya Kapok
Saya enggak mengerti kenapa dicampur, yang paham hanya teman saya. Setelah dicampur, kami meminum
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- AG (18), korban selamat setelah minuman keras (miras) oplosan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengaku menyesal mengkonsumsi miras oplosan.
"Saya kapok, ini perdana saya mendaki, perdana minum miras, akibatnya kami menderita dan teman kami satu orang meninggal," kata AG kepada Tribun Jabar, Senin (30/4/2018).
AG bersama tiga orang temannya menuju tempat pendakian pada Sabtu (28/4/2018) sekira pukul 10.00 WIB. Kepergian AG bersama temannya tanpa sepengetahuan ibu AG.
AG dan temannya pergi menuju Apotek untuk membeli empat botol alkohol 70 persen dan mencampurnya dengan minuman suplemen.
Benarkah Rutin Konsumsi Susu Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya https://t.co/1NKao2kr2J via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 1, 2018
"Saya enggak mengerti kenapa dicampur, yang paham hanya teman saya. Setelah dicampur, kami meminum mulai dari rumah Kinoy, seorang teman saya yang selamat," kata AG.
AG empat kali menenggak miras oplosan itu. Setelah itu, AG merasakan panas di bagian tenggorokan.
Dalam perjalanan menuju tempat perkemahan, AG sudah merasakan pusing dan mencoba menolak tawaran dari temannya yang akhirnya meninggal akibat terlalu berlebihan meminum miras oplosan.
Baca: Jelang Laga Madura United Vs Persib, Victor Igbonefo Puji Laskar Sape Kerrab Setinggi Langit
Keempat pria tersebut hanya berjalan kaki menuju tempat perkemahan. Butuh waktu sekira 1,5 jam berjalan kaki menuju puncak pendakian.
Kondisi fisik keempat pria tersebut semakin parah karena saat pendakian, mereka belum makan dan tidak membawa perbekalan makanan maupun perlengkapan kemah.
Tidak ada rencana keempat laki-laki ini untuk menginap. Mereka merencanakan perjalanan tersebut di pagi hari pukul 07.00 WIB, dan tujuan ke puncak adalah pemandangan menunggu matahari tenggelam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/oplosan_20180409_124701.jpg)