Mesin Percetakan di Atas Meja Rusak Diterjang Banjir di Astanaanyar
Banjir yang menerjang wilayah Pagarsih dan Astana Anyar, Bandung, Sabtu (21/4/2018) menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah dan perabotannya.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Banjir yang menerjang wilayah Pagarsih dan Astana Anyar, Bandung, Sabtu (21/4/2018) menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah dan perabot isi rumah.
Satu di antara yang mengalaminya adalah Cahya Haryadi (51), pemilik usaha percetakan di Gang Tresna Asih.
Kepada Tribun Jabar, Cahya Haryadi mengaku saat kejadian berlangsung dirinya tidak berada di lokasi, melainkan berada di rumahnya yang berlokasi di Jalan Cimindi.
Ia pun mendapat cerita kronologis banjir dari karyawan dan warga setempat.
Baca: Seorang Perempuan Guru Honorer Beri Pertanyaan Menohok Soal Bayaran Kurang, Aher: Saya Akan Telusuri
“Banjirnya itu sekira pukul 18.00 WIB, air mulai meluap ke jalan, tapi enggak lama,” ujarnya ketika ditemui Tribun Jabar, Minggu (24/4/2018).
Banjir yang terjadi pada Sabtu malam tersebut berdampak cukup parah.
Air masuk ke ruang percetakannya hingga setinggi pinggang orang dewasa.
5 Catatan Penting Persib Bandung dalam Laga Kontra Borneo FC https://t.co/rpdaK2BtvO via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 22, 2018
“Saya sempat menelepon orang (pegawai) untuk memindahkan barang ke atas (lantai dua). Beberapa barang terselamatkan, kecuali printer dan mesin percetakan, karena susah bawanya,” ujarnya.
Mesin percetakan tersebut berada di atas meja setinggi lutut orang dewasa.
Ketika banjir yang cukup tinggi datang, Cahya pun terpaksa merelakan dua mesin percetakannya rusak karena diterjang banjir.
Ia mengatakan akan berusaha memperbaiki mesin percetakannya tersebut.
“Ya nanti diperbaiki, mungkin akan memakan biaya sekira Rp 1 juta per mesin,” ujarnya.
