Diminta Bandingkan Jokowi dan Umar Bin Khattab, Mahfud MD Langsung Beri Jawaban Tak Terduga
Mendapat pertanyaan seperti itu, Mahfud MD memberi jawaban, jika pada zaman old bellum ada wartawan, koran, hingga TV.
@mohmahfudmd: Salah juga tuh. Zaman Nabi pun ada yg pengen dpt jabatan.
Makanya ada hadits terkenal ketika Nabi bersabda kpd Abdurrahman bin Samurah, “Laa tas’alil ‘imaarah...”, jangan kamu minta jabatan itu karena kalau.....dst.
@Husni_Tan: Umar bin Khattab tidak anti kritik...
Empat Warung Makan Kekinian di Kota Bandung, Enak dan Murah Meriah https://t.co/457RXQa0q5 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 14, 2018
"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku," -Umar bin Khattab RA-
@mohmahfudmd: Memang.
Khalifah Umar, Abu Bakar, dan yg lain selalu bilang luruskan saya kalau menyimpang.
Imam Syafii dan pendiri madzhab yg lain mengatakan,
“jgn ikuti pendapatku jika menurutmu menyimpang dari Qur’an dan Sunnah”. Jd kritik blh sj.
Tp kritik yg bengkok ya boleh dikritik juga.
@Abduroh57621794: Kalau hanya untuk menjatuh kan itu bukan kritik
Dan umar bin khottob pun tidak pernah mengusulkan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.
@mohmahfudmd: Pd suatu khuthbah, Umar bilang, “Luruskan sy jika menyeleweng”. Seorang jamaah berteriak, “Akan kuluruskan dgn pedangku ini jika Engkau menyeleweng, Umar”.
Jd mengritik itu boleh, tp jgn mengritik kalau hny ingin mendapat kesempatan korupsi di kekuasaan. Ini dl sdh sy kultwitkan.
Ini Bukti Mario Gomez Tak Bisa Dianggap Remeh, Semakin Menunjukan Taring di Persib Bandung https://t.co/qO6U2U4cmT via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 14, 2018