Diminta Bandingkan Jokowi dan Umar Bin Khattab, Mahfud MD Langsung Beri Jawaban Tak Terduga
Mendapat pertanyaan seperti itu, Mahfud MD memberi jawaban, jika pada zaman old bellum ada wartawan, koran, hingga TV.
TRIBUNJABAR.ID - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendapat pertanyaan terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Umar bin Khattab.
Pantauan TribunWow.com, hal tersebut terlihat dari laman Twitter @mohmahfudmd pada Sabtu (14/4/2018).
Awalnya, Mahfud MD menceritakan jika dirinya merasa tentram usai melakukan ibadah tahajud dan membaca Quran.
Postingan tersebut kemudian ditanggapi oleh akun @BobyRahmat yang menanyakan "Ibadah Riya?"
Ia lantas memberi contoh Umar bin Khattab yang selalu mengumumkan zakatnya.
Sementara Abu Bakar sebaliknya, malah menyembunyikannya.
Menurut Nabi, apa yang dilakukan oleh Umar adalah hal yang bagus, begitu pula dengan Abu Bakar.
@mohmahfudmd: Ibadah yg Riya’ itu dilarang dan mendustai agamanya.
Baca: Prabowo Bakal Maju Jadi Capres hingga Diarak Bak Raja, Apa Kabar Nasib Gatot Nurmantyo?
Baca: Didesak Cepat Pulang dan Dituding Bully Prabowo, Mahfud MD Patahkan Pidato Indonesia Ambruk 2030
Baca: Presiden Tersenyum Geli saat Menggendong Anak di Asmat yang Bernama Jokowi, Menggemaskan!
Umar ibn Khatthab selalu mengumumkan zakatnya, Abu Bakar selalu menyembunyikan zakatnya.
Kata Nabi, Umar bagus, bkn riya, krn mengingatkan orng utk berbuat sama,
Tanggapan tersebut kemudian dikomentari oleh @UmarSandi5 yang meminta agar Mahfud MD memberikan contoh salat Tahajud.
supaya ada pencerahan misalnya dulu ada sahabat yg umumkn tahajjudnya kmudian Nabi mengatakn itu bagus,.
Mahfud MD lantas menurutinya dengan memberikan contoh tahajjud.
@mohmahfudmd: Ya, itu tambahannya.
Kata Nabi, keduanya bagus krn Umar ber-hati2 agar tak tinggalkan tahajjud krn kebablasan tidur sedang Abu adl orng yg disiplin menjaga ibadahnya.
Cuitan itu dikomentari oleh akun @bumidamai yang menanyakan apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sama dengan Umar yang memberi beras sekarung kepada rakyat pada tengah malam?
@bumidamai: Apakah @jokowi seperti Umar bin khottob yang ngasih beras sekarung ke rakyatnya tengah malam.
Tanpa ada bawa wartawan? @mohmahfudmd
Mendapat pertanyaan seperti itu, Mahfud MD memberi jawaban, jika pada zaman old belum ada wartawan, koran, hingga TV.
Meski demikian, sudah ada fungsi-fungsi kehumasan.
@mohmahfudmd: Waktu zaman old era Umar ibn Khatthab belum ada wartawan, Bro.
Belum ada koran dan tipi.
Tapi fungsi kehumasan sdh ada sesuai zamannya.
Makanya yg dilakukan oleh Umar menjadi atsar, kisah yg terwariskan scr resmi krn diberitakan sejak awal oleh humasnya.
Ada ribuan contoh atsar (Pengertian atsar menurut bahasa sama artinya dengan khabar, hadits dan sunnah. Sedangkan pengertiannya menurut istilah yaitu segala sesuatu yang berasal dari sahabat yang juga disandarkan kepada Nabi SAW-red).
Jawaban Mahfud MD kemudian kembali mendapat komentar dan ia pun balik memberikan tanggapan seperti di bawah ini.
@iNuyhawhadne: Umar bukan PEMBOHONG dan humas nya bukan PENJILAT, dulu sahabat Umar tak ada Penjilat, sekarang baaanyaakkk mungkin pengen diangkat jadi minimal Komisaris BUMN.
@mohmahfudmd: Salah juga tuh. Zaman Nabi pun ada yg pengen dpt jabatan.
Makanya ada hadits terkenal ketika Nabi bersabda kpd Abdurrahman bin Samurah, “Laa tas’alil ‘imaarah...”, jangan kamu minta jabatan itu karena kalau.....dst.
@Husni_Tan: Umar bin Khattab tidak anti kritik...
Empat Warung Makan Kekinian di Kota Bandung, Enak dan Murah Meriah https://t.co/457RXQa0q5 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 14, 2018
"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku," -Umar bin Khattab RA-
@mohmahfudmd: Memang.
Khalifah Umar, Abu Bakar, dan yg lain selalu bilang luruskan saya kalau menyimpang.
Imam Syafii dan pendiri madzhab yg lain mengatakan,
“jgn ikuti pendapatku jika menurutmu menyimpang dari Qur’an dan Sunnah”. Jd kritik blh sj.
Tp kritik yg bengkok ya boleh dikritik juga.
@Abduroh57621794: Kalau hanya untuk menjatuh kan itu bukan kritik
Dan umar bin khottob pun tidak pernah mengusulkan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.
@mohmahfudmd: Pd suatu khuthbah, Umar bilang, “Luruskan sy jika menyeleweng”. Seorang jamaah berteriak, “Akan kuluruskan dgn pedangku ini jika Engkau menyeleweng, Umar”.
Jd mengritik itu boleh, tp jgn mengritik kalau hny ingin mendapat kesempatan korupsi di kekuasaan. Ini dl sdh sy kultwitkan.
Ini Bukti Mario Gomez Tak Bisa Dianggap Remeh, Semakin Menunjukan Taring di Persib Bandung https://t.co/qO6U2U4cmT via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 14, 2018