Dinilai Kelewatan Batas, 4 Publik Figur Ini Beri Respons Puisi Kontroversi 'Ibu Indonesia'
Puisi yang berjudul 'Ibu Indonesia' itu sempat mendapatkan tanggapan pro dan kontra dari beberapa publik figur di Indonesia.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Isal Mawardi
TRIBUNJABAR.ID - Puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri di acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 menjadi viral.
Pasalnya, puisi buatan asli dari anak presiden pertama Indonesia itu menyinggung mengenai hal yang sangat kental dengan agama Islam yaitu cadar dan adzan.
Puisi yang berjudul 'Ibu Indonesia' itu sempat mendapatkan tanggapan pro dan kontra dari beberapa publik figur di Indonesia.
Berikut Tribun Jabar rangkum ragam tanggapan-tanggapan publik figur mengenai puisi Ibu Indonesia karya Sukmawati Soekarnoputri
1. Felix Siauw
Ustaz kondang Felix Siauw tak tinggal diam soal puisi 'Ibu Indonesia' dari Sukmawati Soekarnoputri.
Pria berusia 34 tahun itu seakan membalas puisi karya Sukmawati lewat status di media sosialnya.
Puisi balasan Felix Siauw sudah mendapatkan likes sebanyak 58 ribu dan telah dibagikan sebanyak 30.568 kali.
Kamu Tak Tahu Syariat
Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti
Bila engkau mau mengkaji, engkau akan memahami bahwa hijab itu bukan hanya pembungkus wujud, tapi bagian ketaatan, sebagaimana saat engkau ruku dan sujud
Engkau juga akan mengerti, bahwa membandingkan konde dan cadar itu perkara menggelikan, sebab yang satu ingin terjaga, yang lain malah mengumbar
Kalau engkau tak tahu syariat Islam, hal paling pintar yang engkau lakukan adalah diam. Sebab bicara tanpa ilmu itu menyesatkan, berjalan tanpa pelita di gelap malam
Pastinya juga engkau tak tahu bahwa negeri ini dibangkitkan darah perlawanannya oleh kalimat takbir, yang enam kali dilantangkan dalam azan yang engkau tuduh tak lebih merdu dibanding kidung ibu
Tanpa Islam tak ada artinya Indonesia, maka dimulakan negeri ini dengan "Atas berkat rahmat Allah". Islam adalah ruh Indonesia, nyawa Indonesia
Takkan berdaya wanita Indonesia tanpa Islam, yang telah menuntun mereka dari gelapnya penjajahan menuju cahaya kemerdekaan. Dari sekeder pelengkap jadi tiang peradaban
Dan kini aku menggugat dirimu, mempertanyakan dirimu, siapa kamu sebenarnya? Mengapa cadar dan azan begitu mengganggu dirimu, membuat engkau resah? Yang kutahu, hanya penjajah yang begitu
Tak paham konde, tak mampu berkidung, tak jadi masalah. Tapi tak tahu syariat mana bisa taat? Tak Indonesia tetap bisa menghuni surga, tak Islam maka tak ada lagi penolong di satu masa yang tak ada keraguan di dalamnya
Kalau engkau tak tahu syariat. Mari sini ikut melingkar dan merapat. Akan aku sampaikan biar engkau pahami, bagi mereka yang beriman, tak ada yang lebih penting dari Allah dan Rasul-Nya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-umum-pni-marhaenisme-sukmawati-soekarnoputri_20170515_211553.jpg)