Carita Warga Garut yang Rela Antre Berjam-jam untuk e-KTP, Jam 3 Pagi Sudah Berangkat dari Rumah
Hal ini nekat dilakukan warga melakukan pencetakan e-KTP yang telah mereka nantikan sejak beberapa waktu lama ini tak kunjung jadi.
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Isal Mawardi
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Ratusan warga Kabupaten Garut mengaku telah mengantre sejak pagi buta di depan mobil keliling Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut yang berada di Jalan Dewi Sartika, Minggu (1/4/2018).
Hal ini nekat dilakukan warga melakukan pencetakan e-KTP yang telah mereka nantikan sejak beberapa waktu lama ini tak kunjung jadi.
Adam Rizki (19), warga Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, bercerita, kalau dirinya, sudah mengantre di depan mobil keliling Disdukcapil Kabupaten Garut ini sebelum adzan subuh berkumandang.
Sebelumnya, ia mendapatkan kabar, bahwa mobil keliling tersebut akan melayani masyarakat di depan Markas Kodim 0611 Garut di Jalan Veteran, Kabupaten Garut.
3 Gereja di Bandung yang Umurnya Lebih dari 80 Tahun, Gaya Arsitekturnya 'Cantik' Khas Belanda https://t.co/qTpokam9m4 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 1, 2018
Pada pukul 02.30 WIB ia pun bergegas berangkat dari rumahnya menuju markas Kodim 0611 Garut, namun ia tidak mendapati adanya mobil keliling tersebut.
"Waktu datang ke kodim ko sepi, tau-tau mobilnya ada di Jalan Dewi Sartika," kata Adam kepada Tribun Jabar, Minggu (1/4/2018).
Adam mengatakan, ia telah melakukan perekaman e-KTP sejak tahun lalu, namun hingga saat ini data tersebut belum dicetak ke dalam sebuah kartu tanda penduduk tersebut.
"Alasan dari kecamatan blangkonya habis," ujarnya.
Baca: Setya Novanto Sebut 7 Anggota DPR Terima Uang E-KTP, Ini Sikap yang Akan Dilakukan KPK
Selain Adam, Haryati (46) warga Kecamatan Wanaraja, tampak mengeluhkan adanya antrean tersebut, itu terlihat terus meracau di bawah terik matahari yang menyengat pada pagi tadi.
"Padahal kan cuma cetak saja, kok lama," kata Haryati.
Haryati mengatakan, ia sudah mengantre dari pukul 05.00 WIB dan sebelum mobil keliling tersebut memulai aktivitas pelayanannya, namun hingga pukul 08.30 WIB, ia masih dalam keadaan mengantre.
"Saya mah bela-belain tidak beresin rumah, buat ngantre KTP," katanya.
Selain Haryati, Ridwan (34) warga Kecamatan Tarogong Kidul, mengatakan, seharusnya ada petugas tambahan yang melakukan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kasihan kan antre begini, terutama bagi orang tua," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/e-ktp_20180401_104907.jpg)