Kamis, 14 Mei 2026

Cacing Pada Makarel Bisa Dikonsumsi? Ini Tips Memasak Ikan Makarel Secara Benar, Ternyata Mudah Lho

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan cacing yang berada pada ikan makarel itu mengandung protein.

Tayang:
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Kolase
cacing di ikan sarden 

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa hari ini berita ikan makarel mengandung parasit cacing beredar di masyarakat.

Melansir dari Tribunnews.com, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan cacing yang berada pada ikan makarel itu mengandung protein.

Cacing yang terkandung pada ikan bukan berjenis cacing pita melainkan Anakis sp.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Paskah 2018 yang Religius dan Menyentuh untuk SMS, WhatsApp, BBM, dan Line

Baca: Dibalik Paras Indah Bak Surga Dunia, 4 Mojang Bandung Ini Tak Pasrah dengan Keadaan

Baca: Marasati Harahap, Satu-satunya Penjual Aksesoris Kuda dalam Pasar Onderdil Motor

"Setahu saya itu (ikan makarel) kan nggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi, atau di masak lagi, cacingnya mati lah. Cacing itu sebenarnya isinya protein, berbagai contoh aja tapi saya kira kalau udah di masak kan saya kira juga steril. Insya Allah gak jadi," kata Menkes yang ditemui di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2018).

Namun, Nila mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam memilih produk makanan.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito juga mengatakan cacing yang ditemukan dalam ikan makarel itu ikut mati saat diolah.

Anakis sp. adalah cacing parasit yang menempel pada sejumlah spesies ikan yang dijadikannya sebagai inang.

Melansir dari deliciasdelmarcantabrico.com, konsumen perlu meningkatkan kewaspadaan mengenai Anakis sp. yang terkandung dalam ikan.

Baca: Jangan Sampai Salah, Ini Makna Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah

Baca: Prosesi Jumat Agung, Jemaat di Gereja Katedral Disuguhi Film Passion of Christ

Hal ini diperlukan agar mencegah munculnya penyakit Anisakiasis.

Ikan sebaiknya dimasak dengan temperatur lebih dari 60 derajat atau dengan membuatnya beku terlebih dahulu.

The Health Organism merekomendasikan makanan laut yang akan dikonsumsi secara mentah harus dibekukan pada temperatur -20 derajat untuk 48 jam.

Pengasinan dapat membunuh parasit, begitu juga jika ikan diberi bumbu.


27 Merek Positif Parasit Cacing

Awalnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan parasit cacing pita di tiga merek sarden atau makarel.

Ketiga merek tersebut adalah Farmerjack, IO, dan Hoki. BPOM pun sudah menarik ketiga produk tersebeut dari pasaran.

Kemudian BPOM juga menemukan sebanyak 27 merek produsen ikan makarel kalengan positif mengandung parasit cacing.

Adapun rinciannya adalah 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Berikut daftar lengkapnya adalah ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, DR Fish, Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King's Fisher, LSC, Maya, Nago, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, TLC, dan TSC.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan mengatakan hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel saus tomat atau sarden kaleng beukuran 425 gram.

"Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. Selalu ingat cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan," ujarnya.


Cacing yang Hidup di Perut Ikan

Telur Anakis sp. yang ada di laut menetas menjadi larva dan dimakan oleh crustasea atau udang.

Udang ini kemudian dimakan oleh ikan atau cumi-cumi.

Cacing ini akan ada di usus dan dapat terbawa oleh kotoran dari ikan tersebut.

Maka dari itu, cacing kerap ditemukan pada bagian perut ikan.

Ada kemungkinan pada tahapan industri yang terlewat sehingga cacing ini masih ada diperut ikan.

Proses pembersihan yang kurang bersih menjadi faktor penentu.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved