Pilwalkot Bandung
Oded-Yana Gagas Program Cinta Dilan untuk Mengentaskan Kemiskinan
Oded mengatakan ia dan Yana menggagas Program Cintai Dilan, kepanjangan dari Cintai Duafa dan Daerah dengan Infak Berkelanjutan.
Penulis: Tiah SM | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandung Oded M Danial-Yana Mulyana menilai perlu adanya kolaborasi berbagai stakeholder untuk mengatasi kemiskinan yang tidak bisa ditangani 100 persen oleh pemerintah.
"Harus ada terobosan untuk menyelaraskan kebutuhan warga dengan inisiasi gerakan penyemangat kebersamaan di antara warga," ujar Oded saat kampanye di Ujungberung, Rabu (7/3/2018).
Oded mengatakan ia dan Yana menggagas Program Cintai Dilan, kepanjangan dari Cintai Duafa dan Daerah dengan Infak Berkelanjutan.
Baca: Mulai Gratiskan Biaya Sekolah hingga Rombak Kurikulum Pendidikan, Itu Akan Dilakukan Dedi Mulyadi
Menurut Oded, program Cintai Dilan yang digagas Oded-Yana menjadi pelengkap Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) yang telah berjalan di Kota Bandung.
Selama ini, PIPPK disalurkan ke setiap RW sebagai pembiayaan berbasis masyarakat dengan realisasi yang disesuaikan kebutuhan RW masing-masing.
Dengan Cintai Dilan, RW akan mengajak warganya untuk berbagi melalui infaq yang bisa membantu memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi PIPPK.
Video Viral Siswa Pria Pukul Wajah Siswa Wanita hingga Seperti Ini, Reaksi Temannya Malah Begini https://t.co/FTvMAbQl2w via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 7, 2018
"Program ini berakar dari cerminan kesalehan sosial dan budaya masyarakat Bandung yang kental dengan goyong royong," ujar Oded.
Oded yakin,, program Cintai Dilan-dilanan tidak akan terlalu sulit diterapkan di Kota Bandung yang dikenal guyub. Selama ini, telah dirintis sejumlah RW untuk menjalankan program Cintai Dilan dengan nama RW Mandiri.
Selama menjabat sebagai wakil wali Kota Bandung, kata Oded, ia telah membina sejumlah RW yang disebut-sebut telah mencapai ratusan RW. Konsep Cintai Dilan itu membuka kesempatan bagi warga untuk membangun kewilayahan sejak tingkat RW secara mandiri dan hasil gotong royong.
Baca: Dedi Mulyadi Bertekad Memperkenalkan Lotek Hingga Mancanegara, Tekad Ini Diungkapkan Saat di Bekasi
"Banyak contoh pada PIPPK yang lalu yang ternyata mendorong antusias masyarakat untuk mengumpulkan dana masyarakat," ujarnya.
Dari stimulus PIPPK senilai Rp 100 juta per RW, kata Oded, ternyata ada RW yang mampu mengumpulkan dana lebih Rp 100 juta yang bersumber dari infak masyarakat. Selain PIPPK yang terdahulu, Oded-Yana akan menambahnya sebagai PIPPK plus.
"Per RW Insyaallah Rp 200 juta per RW. Mudah- mudahan semakin menggairahkan infak dan sumbangan masyarakat sehingga masyarakat lebih berdaya. Kondisi warga yang berdaya diharapkan akan mempercepat pembangunan di tingkat RW, dan kemiskinan semakin berkurang," tutur Oded. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/oded-m-danial-berpasangan-dengan-yana-mulyana_20180110_174220.jpg)