Kisah Miris Perempuan Irak Ini yang Jadi Budak Seks ISIS Sejak 2014
Kepada Daily Mirror Kamis (22/2/2018), Khalaf bercerita, ketika itu kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang desanya.
Selain itu, penyiksaan dan pemerkosaan bocah delapan tahun di depan matanya makin membuatnya kuat untuk bertahan menghadapi berbagai siksaan tersebut.
Kesempatan untuknya kabur terbuka ketika salah satu petinggi ISIS mengancam bakal membunuhnya.
Dia dan lima perempuan Yazidi lainnya kabur pada malam hari, dan mencoba untuk bersembunyi di salah satu rumah warga keesokan paginya.
Saat itu, Khalaf mengaku tidak mengetahui apakah rumah yang dia ketuk adalah kediaman anggota ISIS atau tidak.
Beruntungnya Khalaf, keluarga yang ada dalam rumah bukan anggota ISIS. Mereka menerima Khalaf dan perempuan lainnya selama tiga hari.
Meski, mereka harus membayar sejumlah besar uang sebagai biaya bersembunyi, Khalaf dan korban ISIS lainnya berhasil kembali ke Irak.
Saat ini, Khalaf dilaporkan tinggal di Jerman. Dia mulai menata kembali kehidupannya setelah bertunangan dengan Nazhan Alias Hassan, yang juga sesama orang Yazidi.
Dia aktif dalam lembaga non-profit bernama Yazda yang berusaha membawa anggota ISIS untuk diadili.
Khalaf juga berusaha mendapatkan pengakuan dunia bahwa ISIS telah membantai Yazidi di Irak dan Suriah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Wanita Yazidi yang Jadi Budak Seks ISIS Beberkan Kisahnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/isis_20180223_162446.jpg)