Kisah Miris Perempuan Irak Ini yang Jadi Budak Seks ISIS Sejak 2014
Kepada Daily Mirror Kamis (22/2/2018), Khalaf bercerita, ketika itu kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang desanya.
TRIBUNJABAR.ID - Hidup Farida Abbas Khalaf berubah total pada tahun 2014.
Kepada Daily Mirror Kamis (22/2/2018), Khalaf bercerita, ketika itu kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) menyerang desanya.
Adapun Khalaf adalah perempuan Yazidi. Sebuah etnis yang merupakan minoritas di Irak dengan estimasi jumlah 100.000 orang.
Setiap laki-laki yang ada di desa Khalaf dibunuh. Sementara dia serta para perempuan lainnya ditawan, dan dibawa ke Raqqa yang merupakan ibu kota ISIS di Suriah.
Selama empat bulan berikutnya, dunia Khalaf seakan runtuh setelah dia menjadi tawanan anggota ISIS.
Khalaf tidak sekadar disiksa, tetapi juga disuruh untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga seperti memasak, dan mencuci pakaian anggota ISIS.
Dia juga menjadi budak seks kelompok radikal tersebut. "Setiap kali diperkosa, mereka juga menyiksa saya," kenang Khalaf.
Baca: Menyamar jadi Wartawan, Irfan Bachdim Kerjai Stefano Lilipaly, Pertanyaannya Bikin Ngakak
Bahkan, Khalaf mengaku pernah dipaksa melihat seorang bocah perempuan berusia delapan tahun diperkosa.
Selama dua bulan pertama, Khalaf menerima perlakuan tidak manusiawi yang membuatnya terluka, dan kesulitan untuk berjalan.
Penderitaannya tidak berhenti sampai di situ. Dia juga pernah dijual dari anggota ke anggota ISIS lainnya.
Khalaf mengaku, dia berusaha menjaga agar mentalnya tidak terganggu dengan mengingat sang ayah yang telah tiada.
Ayah Khalaf sering berkata kepadanya kalau dia adalah perempuan yang kuat dan pemberani.
Barcelona Pagari 8 Pemainnya dengan Harga 'Gila', Messi Masih yang Tertinggi https://t.co/chObVcLraC via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 23, 2018
"Saya merasa ayah selalu bersama saya ketika memikirkan setiap ucapannya," ujar Khalaf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/isis_20180223_162446.jpg)