Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Novel Kembali, KPK Inisiasi Tim Gabungan Pencari Fakta

Penyidik senior KPK Novel Baswedan telah tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (22/2/2018)

Tayang:
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Isal Mawardi
Istimewa
Novel Baswedan 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -  Penyidik senior KPK Novel Baswedan telah tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Novel tiba dari Singapura dalam rangka pengobatan matanya yang rusak akibat air keras yang dilemparkan oleh orang tak dikenal usai Novel melaksanakan Salat Subuh pada April 2017.

Novel tiba di gedung KPK sekira pukul 13.15 WIB. Ia telihat mengenakan kemeja putih dibalut jaket hitam. Bola mata kirinya tampak terlihat putih.

Setelah turun dari mobil, ratusan orang yang terdiri dari anggota KPK, awak media, dan masyarakat umum bersorak sorai menyambut kepulangan Novel Baswedan.

Novel tersenyum cerah dan bersalaman dengan orang-orang yang menghampirinya, diantaranya Wakil Ketua KPK periode 2015 – 2019 Laode Syarif, Ketua KPK (2011-2015) Abraham Samad, dan juru bicara KPK Febri Diansyah.

"Alhamdulillah, suatu kebanggaan bisa kembali. bagi saya, saya tidak ingin menjadikan penyerangan ini sebagai kelemahan, tapi penyemangat bagi diri saya untuk terus memberantas korupsi,' ujar Novel Baswedan.

Baca: Meski Belum Sembuh, Novel Baswedan Ingin Bertugas Lagi di KPK, Sahabatnya pun Berkomentar

Pria yang lahir pada 22 Juni 1977 itu menegaskan ingin menularkan semangat memberantas korupsi terhadap anggota-anggota KPK yang lain.

Novel berharap anggota KPK lainnya menjadi semakin berani untuk menindak tegas para koruptor.

Novel mengucapkan terima kasih kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, terkait dukungannya dalam pembiayaan pengobatan Novel selama di Singapura. 

Namun, Menurut Wakil Ketua KPK Laode Syarif, Novel harus menjalani kembali operasi di bagian mata kiri pada bulan Maret 2018.

Ia berharap operasi tersebut dapat memulihkan kondisi Novel yang sudah absen sekira 10 bulan lamanya dari KPK.

Laode juga berharap agar pelaku penyerangan terhadap Novel dapat ditemukan.

Faktanya selama 10 bulan ini, pelaku penyerangan masih berkeliaran di Masyarakat dan kepolisian belum mampu mengumpulkan bukti-bukti yang cukup.

Ketua KPK (2011-2015) Abraham Samad mengatakan bahwa satu-satunya jalan untuk menemukan pelaku penyiraman Novel ialah dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved