Imlek 2018
Kelenteng Tertua di Pulau Jawa Ini Belum Mendapat Perhatian Pemerintah
Renovasi pertama rampung pada 2014. Mencakup bangunan Wihara Dharmasuka dan ruangan lainnya.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Usianya yang mencapai ratusan tahun belum membuat Kelenteng Hok Keng Tong diperhatikan pemerintah.
Bahkan, Kelenteng yang berada di Jalan Pasar Kue, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, itu belum tersentuh perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon.
"Kalau boleh jujur sebenarnya perhatian dari Pemda tidak ada tapi ya sudahlah," kata Ketua Yayasan Wihara Dharma Sukha Hok Keng Tong, Kusnadi Halim (62) saat ditemui di Kelenteng Hok Keng Tong, Jl Pasar Kue, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/2/2018).
Ia mengatakan, ajaran yang dianutnya menekankan kemandirian, kalau masih bisa dilakukan sendiri ya lakukan.
Baca: Netizen Kaget saat Mengetahui Usia Roro Fitria: Hah, Serius? Kirain Sudah 45 Tahun
Toh, menurut Kusnadi, kelenteng masih berdiri meski belum ada perhatian dari Pemda.
Kelenteng Hok Keng Tong sendiri baru saja rampung setelah renovasi.
Renovasi besar-besaran yang dilakukan sejak 2012 itu dibagi dalam dua tahap.
Tersandung Narkoba, Penampilan Roro Fitria Saat Diperiksa Polisi Berubah Drastis, Bikin Pangling! https://t.co/Ai9PJmjbCB via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 15, 2018
Renovasi pertama rampung pada 2014. Mencakup bangunan Wihara Dharmasuka dan ruangan lainnya.
Sementara renovasi kedua yang mencakup bangunan kelenteng selesai pada Maret 2016.
"Semua renovasi menggunakan dana yayasan dan donasi jemaah," kata Kusnadi Halim.
Di kompleks Kelenteng Hok Keng Tong ada dua bangunan utama yang didominasi warna merah.
Di dekat gerbang masuk kelenteng terdapat sebuah pagoda kecil yang terdiri dari 7 lantai.
Pagoda tersebut merupakan tempat pembakaran kertas usai sembahyang.
Bangunan yang lebih besar diperuntukkan sebagai kelenteng.
Di terasnya terdapat enam tiang penyangga yang berukuran cukup besar.
Ukiran naga tampak melilit tiang di sisi kanan dan kirinya.
Sementara di depannya terdapat dua patung macan yang masing-masing menengok ke arah kanan dan kiri.
Di bagian teras itu juga terdapat sebuah benda seperti gentong untuk meletakkan dupa.
Terdapat beberapa dupa di benda yang dihiasi ukiran naga di kedua sisinya itu.
Masuk ke bagian dalam kelenteng terdapat beberapa patung dewa berwarna emas.
Najwa Shihab Lemparkan Senjata Tanya Lewat Foto Ini, Begini Reaksi Polos Sandiaga Uno https://t.co/SVx5DGeiME via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 15, 2018
Di antaranya, Dewi Kwan Im, Dewa Kwan Kong, dan Dewa Hok Teng Tjeng Sin yang merupakan "tuan rumah" di Kelenteng Hok Keng Tong.
Pasalnya, Dewa Hok Tek Tjek Sin di kelenteng itu tingkatannya menjadi yang tertinggi.
Sementara bangunan Wihara Dharma Sukha tampak lebih kecil berada persis di samping kanannya.
Di dalam wihara itu terdapat tiga patung Budha.
Yakni, Amithaba Budha, Budha Gautama, dan Budha Bhaishajyaguru. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kelenteng-hok-keng-tong-kabupaten-cirebon_20180215_173338.jpg)