Selasa, 28 April 2026

Imlek 2018

Kelenteng Tertua di Pulau Jawa Ini Belum Mendapat Perhatian Pemerintah

Renovasi pertama rampung pada 2014. Mencakup bangunan Wihara Dharmasuka dan ruangan lainnya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Kelenteng Hok Keng Tong di Jalan Pasar Kue, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/2/2018). 

Pagoda tersebut merupakan tempat pembakaran kertas usai sembahyang.

Bangunan yang lebih besar diperuntukkan sebagai kelenteng.

Di terasnya terdapat enam tiang penyangga yang berukuran cukup besar.

Ukiran naga tampak melilit tiang di sisi kanan dan kirinya.

Sementara di depannya terdapat dua patung macan yang masing-masing menengok ke arah kanan dan kiri.

Di bagian teras itu juga terdapat sebuah benda seperti gentong untuk meletakkan dupa.

Terdapat beberapa dupa di benda yang dihiasi ukiran naga di kedua sisinya itu.

Masuk ke bagian dalam kelenteng terdapat beberapa patung dewa berwarna emas.


Di antaranya, Dewi Kwan Im, Dewa Kwan Kong, dan Dewa Hok Teng Tjeng Sin yang merupakan "tuan rumah" di Kelenteng Hok Keng Tong.

Pasalnya, Dewa Hok Tek Tjek Sin di kelenteng itu tingkatannya menjadi yang tertinggi.

Sementara bangunan Wihara Dharma Sukha tampak lebih kecil berada persis di samping kanannya.

Di dalam wihara itu terdapat tiga patung Budha.

Yakni, Amithaba Budha, Budha Gautama, dan Budha Bhaishajyaguru. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved