Imlek 2018
Kelenteng Tertua di Pulau Jawa Ini Belum Mendapat Perhatian Pemerintah
Renovasi pertama rampung pada 2014. Mencakup bangunan Wihara Dharmasuka dan ruangan lainnya.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
Pagoda tersebut merupakan tempat pembakaran kertas usai sembahyang.
Bangunan yang lebih besar diperuntukkan sebagai kelenteng.
Di terasnya terdapat enam tiang penyangga yang berukuran cukup besar.
Ukiran naga tampak melilit tiang di sisi kanan dan kirinya.
Sementara di depannya terdapat dua patung macan yang masing-masing menengok ke arah kanan dan kiri.
Di bagian teras itu juga terdapat sebuah benda seperti gentong untuk meletakkan dupa.
Terdapat beberapa dupa di benda yang dihiasi ukiran naga di kedua sisinya itu.
Masuk ke bagian dalam kelenteng terdapat beberapa patung dewa berwarna emas.
Najwa Shihab Lemparkan Senjata Tanya Lewat Foto Ini, Begini Reaksi Polos Sandiaga Uno https://t.co/SVx5DGeiME via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 15, 2018
Di antaranya, Dewi Kwan Im, Dewa Kwan Kong, dan Dewa Hok Teng Tjeng Sin yang merupakan "tuan rumah" di Kelenteng Hok Keng Tong.
Pasalnya, Dewa Hok Tek Tjek Sin di kelenteng itu tingkatannya menjadi yang tertinggi.
Sementara bangunan Wihara Dharma Sukha tampak lebih kecil berada persis di samping kanannya.
Di dalam wihara itu terdapat tiga patung Budha.
Yakni, Amithaba Budha, Budha Gautama, dan Budha Bhaishajyaguru. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kelenteng-hok-keng-tong-kabupaten-cirebon_20180215_173338.jpg)