Beragam Pernak-pernik Imlek Dijual di Astana Anyar
Meski bukan keturunan Tionghoa, para pedagang tersebut mengetahui kebiasaan masyarakat. . .
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Per harinya, Yayat mendapat sekira Rp 50 ribu jika ia mendapat pekerjaan menjadi buruh tani.
Terkadang dalam satu bulan, Yayat tidak mendapat pekerjaan satu pun.
Jika tidak menjadi buruh tani, Yayat beralih pekerjaan sebagai pedagang asongan di pasar.
Di Kuningan, Yayat tinggal bersama istri dan tiga anak.
Dua anak kembarnya masih duduk di kelas dua SD.
Sedangkan anak bungsunya belum sekolah.
Ia mengaku pendapatannya berjualan pernak-pernik Imlek sedikit membantu ekonomi keluarganya.
Dalam satu hari ia bisa mendapat penghasilan kotor mencapai Rp 500 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/yayat-darayat_20180215_151539.jpg)