Sabtu, 2 Mei 2026

Beragam Pernak-pernik Imlek Dijual di Astana Anyar

Meski bukan keturunan Tionghoa, para pedagang tersebut mengetahui kebiasaan masyarakat. . .

Tayang:
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Yayat Darayat
Yayat Darayat (43), berjualan pernak-pernik Imlek, Jalan Astana Anyar, Bandung, Kamis (15/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahun Baru Imlek menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang pernak-pernik dadakan.

Jika Anda melintasi Jalan Astana Anyar, Bandung, terlihat beberapa pedagang kaki lima yang menjual beragam pernak-pernik Imlek.

Meski bukan keturunan Tionghoa, para pedagang tersebut mengetahui kebiasaan masyarakat keturunan Tionghoa.

Mulai dari gambar tempel, lampion, lampu, hingga angpao dijualnya di atas gerobak atau meja lipat.

Satu di antaranya adalah Yayat Darayat (43) yang ditemui Tribun Jabar saat menawarkan barang dagangannya kepada orang yang lewat di trotoar Jalan Astana Anyar, Bandung, Kamis (15/2/2018).

"Ini ada angpao, lampion, gambar tempel gungun dan bunbun, lampu, lampion," ujar pria asal Desa Mekarwangi, Kuningan, tersebut.

Yayat mendapat barang dagangan tersebut dari Pasar Mangga Dua, Jakarta.

Setelah itu, ia menumpang mobil temannya untuk membawa barang dagangannya ke Bandung.

Ia hanya berjualan pernak-pernik dua sejak dua minggu sebelum Imlek hingga Imlek berakhir.

Selama tinggal di Bandung, Yayat tidur di Pasar Astana Anyar.

"Ya tidur di pasar, nyari kursi, terus tidur," ujarnya.

Ia mulai berjualan sejak pukul 07.00 WIB hingga sekira pukul 19.00 WIB.

Jika tidak sedang Imlek, Yayat bekerja sebagai buruh tani di kampungnya.

"Sehari-hari biasanya, jadi buruh tani di sawah. Pekerjaannya kadang ada, kadang tidak ada," ujarnya.

Per harinya, Yayat mendapat sekira Rp 50 ribu jika ia mendapat pekerjaan menjadi buruh tani.

Terkadang dalam satu bulan, Yayat tidak mendapat pekerjaan satu pun.

Jika tidak menjadi buruh tani, Yayat beralih pekerjaan sebagai pedagang asongan di pasar.

Di Kuningan, Yayat tinggal bersama istri dan tiga anak.

Dua anak kembarnya masih duduk di kelas dua SD.

Sedangkan anak bungsunya belum sekolah.

Ia mengaku pendapatannya berjualan pernak-pernik Imlek sedikit membantu ekonomi keluarganya.

Dalam satu hari ia bisa mendapat penghasilan kotor mencapai Rp 500 ribu.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved