Kisah Tragis Pembantaian pada Hari Valentine

Setelah seorang jaksa dibunuh anak buah Al Capone, kepolisian Chicago mulai secara agresif memerangi operasi bisnis haram Al Capone

FBI Chicago Bureau/Wikipedia
Al Capone pada 1930. 

TRIBUNJABAR.ID, CHICAGO- Di Chicago pada 14 Februari 1929 empat pria yang mengenakan seragam polisi memasuki markas gangster Bugs Moran.

Mereka kemudian membariskan lima anak buah Moran menghadap tembok dan menembak mereka.

Peristiwa itu kemudian disebut Pembantaian Hari Valentine dan menjadi puncak perang antargeng antara Al Capone dan Bugs Moran.

Alphonse "Al" Capone lahir di Brooklyn pada 1899, putra keempat dari sembilan bersaudara anak seorang imigran Italia asal kota Napoli.


Dia keluar dari sekolah saat duduk di kelas enam dan bergabung dengan sebuah geng jalanan.

Al Capone kemudian berhubungan dekat dengan Johhny Torrio, seorang bos kriminal yang beroperasi di Chicago dan New York.

Dalam usia 18 tahun, Al Capone bekerja di sebuah klub di Coney Island milik pemimpin gangster Frankie Yale.

Saat bekerja di tempat itulah wajah Al Capone terluka dalam sebuah perkelahian sehingga dia kemudian dijuluki "Scarface".

Baca: Ini Dua Hal Terlarang Bagi Paslon Saat Kampanye, Bisa Langsung Dicoret dari Pemilu

Pada 1917, kekasih Al Capone hamil dan mereka menikah.

Setelah memiliki seorang putra, keluarga Al Capone pindah ke Baltimore dan di kota itu dia bekerja menjadi seorang ahli pembukuan.

Namun, pada 1921, kawan lamanya Johnny Torrio membujuk Al Capone untuk datang ke Chicago, tempat Torrio membangun sebuah sindikat kriminal yang mendapatkan uang dari menjual minuman keras ilegal.

Minuman keras saat sejak 1919 merupakan barang haram sesuai dengan amandemen ke-18 Konstitusi Amerika Serikat.


Sumber: Kompas
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved