Satu Keluarga Dibantai
Berawal dari Parfum, Cinta Emah-Efendi Berakhir Tragis Gara-gara Mobil
Dari sebuah parfum, cinta Emah dan Muchtar Effendi bersemi ketika keduanya mengikut bazaar pasar malam di Tangerang.
Waktu terus berjalan, sampai Senin sore tetangga tak melihat Emah beraktivitas, sementara kendaraannya masih terparkir di garasi rumah.
Yati, tetangga lainnya, pada dini hari sempat mendengar suara orang sedang berantem dari rumah Emah.
"Kedengeran ada suara minta tolong sekitar jam tigaan," ujar Yati.
Sekira pukul 15.00 WIB, Yati berniat menanyakan uang arisan dengan mendatangi rumah Emah tapi tak terkunci dan tampak sepi.
"Saya bingung, Bu Emah tidak terlihat, padahal semua kendaraannya ada di rumah dan pagarnya pun terbuka," ucap Yati.
"Saya langsung lapor kepada ketua RT, saya enggak berani masuk," Yati menambahkan.
Tetangga lainnya, Marti, curiga yang juga mendengar keluarga ini cekcok tengah malam.
Ia mencoba mengetuk rumah Emah tapi tak satu pun penghuni meresponnya.
"Saya curiga ada apa-apa, soalnya motornya ada," ujar Marti di lokasi.
Bergegas Marti memanggil Ketua RT setempat untuk mengecek ke dalam rumah.
"Saat diperiksa ke dalam, pada kaget banyak darah. Semuanya meninggal, kecuali ayahnya masih hidup dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih," ucap Marti.
"Posisi saat ditemukan mereka berpelukan," imbuh dia.
Ema dan kedua anaknya, Nova dan Tiara, ditemukan tewas berada di kamar depan, sedangkan Effendi bersimbah darah di kamar belakang.
"Wajah korban tertutup bantal dan selimut," kata Marti.
Mobil kredit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tangerang-perumahan-taman-kota-permai-emah-muchtar-efendi_20180214_083701.jpg)