Cerita Sedih Mak Ilah Bikin Dedi Mulyadi Menangis Sesenggukan
"Saya tinggal sama ibu di rumah, ibu mah sudah 90 tahun usianya, saya 60 tahun," kata Ilah.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menangis saat bertemu dan mendengar cerita hidup seorang ibu asal Tasikmalaya.
Dedi bertemu dengan Ilah (60) dalam acara Nada dan Dakwah warga Desa Cineam, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (7/2/2018) malam kemarin.
Di hadapan Dedi, Ilah menceritakan bahwa dirinya sehari-hari berjualan kupat tahu untuk mendapatkan biaya hidup keluarga. Sementara sang suami, sudah meninggal 4 tahun silam.
Selain itu kesehariannya Ia harus merawat ibunya yang telah berusia 90 tahun.
Baca: 3 Fakta Seputar Pohon yang Tadinya Berada di Badan Jalan Pasirluyu Selatan, Kota Bandung
"Saya tinggal sama ibu di rumah, ibu mah sudah 90 tahun usianya, saya 60 tahun," kata Ilah.
Sehari-hari, Ilah mengaku memperoleh uang sebesar Rp200 ribu sebagai jumlah omset jualan kupat tahu.
Jumlah itu diakui Ilah masih harus dikurangi untuk belanja produksi dan transportasi dirinya ke Pasar Karang Layung, Kecamatan Karang Anyar, Kabupaten Tasikmalaya.
"Laba mah Rp75 ribu. Itu dipakai buat kebutuhan sehari-hari, buat ibu dan anak cucu. Saya juga sudah punya cicit," tuturnya.
Baca: Sejak Kecil, Mohamed Salah Cinta Liverpool
Laba maksimal Rp75 ribu hanya dapat ia peroleh jika berdagang dari subuh sampai sore hari. Jika berdagang kupat tahu selama setengah hari, mendapat setengah dari Rp75 ribu saja sudah dapat dikatakan untung.
Dedi sendiri hadir dalam acara yang diisi oleh Ustaz Solmed dan Pelawak Sunda Ohang itu atas undangan warga setempat.
Dalam kesempatan itu Dedi Mulyadi memberikan modal usaha sebesar Rp 9 juta hasil udunan Dedi dan warga Cineam yang diberikan kepada Ilah.
Momen Haru saat Kojek Si Buaya 'Gendut' Dievakuasi, Keluarga Pemilik Banjir Air Mata https://t.co/8ycPolK15S via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 7, 2018
Dedi berpesan agar bantuan yang tidak banyak tersebut dapat dimanfaatkan Ilah untuk kebutuhan keluarganya.
"Manfaatkan dengan baik, jangan andalkan dari kupat tahu, coba usaha yang lain. Ibu luar biasa," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/demul-menangis-mendengar-cerita-ibu-penjual-kupat-tahu-asal-tasikmalaya_20180208_100228.jpg)