Jumat, 10 April 2026

Apakah Gerhana Bulan Dapat Memicu Gempa Bumi? Ini Kata Ahlinya!

"Gempa bumi itu sangat dipengaruhi oleh zona tumbukannya. Di mana tumbukan itu mekanismenya dari inti bumi...,"

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Isal Mawardi
TRIBUN JABAR/Fasko Dehotman
Tampilan gerhana bulan sebagian, yang dilihat dari teropong bintang di Imah Noong, Senin (7/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Fenomena gerhana bulan total (GBT) yang terjadi pada Rabu (31/1/2018) malam banyak dihubung-hubungkan dengan terjadinya fenomena lain yang kebenarannya belum terbukti.

Bahkan, sejumlah pihak ada yang menghubung-hubungkan gerhana bulan sebagai pemicu gempa bumi.

Apakah benar demikian?

Direktur Utama Planet Sains dan Planet Sabuga, Ir Hari Utomo, mengatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang tidak beralasan.

Baca: Meski Terhalang Awan, Ratusan Siswa di Purwakarta Berebut Teleskop untuk Melihat Gerhana Bulan

"Saya orang geologi. Sepengetahuan kami itu tidak (benar). Artinya itu tidak beralasan," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di even Observasi Gerhana Bulan Total (GBT), Sabuga ITB, Kota Bandung, Rabu (31/1/2018) malam.

Gempa bumi, sambungnya, dipengaruhi oleh zona tumbukan.

"Gempa bumi itu sangat dipengaruhi oleh zona tumbukannya. Di mana tumbukan itu mekanismenya dari inti bumi. Sampai sekarang (gerhana bulan memicu gempa bumi itu) tidak terbukti," katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah melalui pesan instan WhatsApp, BMKG Bandung melalui prakirawannya, Yuni Yulianti juga mengatakan hal yang senada.

"Sampai saat in belum ada penelitian ke arah sana," ujarnya kepada Tribun Jabar, Rabu (31/1/2018).

Namun, dia tak memungkiri memang ada pihak yang berpendapat gerhana bulan dapat memicu gempa bumi.

Baca: Apa Itu Blood Moon, Blue Moon, dan Super Moon? Berikut Penjelasannya

Kemudian, lebih lanjut, Hari Utomo, menjelaskan, gerhana bulan total dapat mempengaruhi pasang surut air laut.

"Kalau mempengaruhi terhadap pasang surut jelas. Dengan adanya gerhana bulan. Apalagi sekarang kan jaraknya paling dekat dengan bumi. Otomatis kan gaya tariknya semakin tinggi. Mempengaruhi fluktuasi pasang surut. Dari segi gempa bumi tidak," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved