Minggu, 3 Mei 2026

Kisah Penemu Ikan Mujair, Mbah Moedjair yang Kalah Tenar daripada Penemuannya

Cerita mengenai penemuannya itu lantas dikisahkan oleh Afwa AL Khawarizmi dalam unggahan Facebook,

Tayang:
biografiku/facebook
Mbah Moedjair dan makamnya (kanan). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, YOGYAKARTA- Iwan Dalauk atau lebih dikenal dengan nama Mbah Moedjair lahir tahun 1890 di Desa Kuningan, 3 km arah timur pusat Kota Blitar.

Moedjair adalah anak keempat dari sembilan bersaudara, dari pasangan Bayan Isman dan Rubiyah.

Moedjair kemudian menikah dengan gadis di desanya yang bernama Partimah. Dari pernikahan itu dia dikaruniai tujuh anak.


Cerita mengenai penemuannya itu lantas dikisahkan oleh Afwa AL Khawarizmi dalam unggahan Facebook, Minggu (28/1/2018).

Sebelumnya, telah banyak yang mengisahkan mengenai sosok Moedjair. Meski namanya sangat terkenal, sosoknya tak begitu dikenal oleh masyarakat.

Pada tahun 1936, Moedjair, seorang pegawai desa dari Desa Papungan, Kanigoro, Blitar, pergi ke Teluk Serang yang terletak di laut selatan.

Di sana dia menemukan berbagai jenis ikan yang belum diketahui sebelumnya.

Baca: Live Streaming KompasTV, 4 Wakil Indonesia Berjuang di Final Indonesia Masters 2018

Dia membawa pulang lima jenis ikan dan memelihara ikan-ikan itu di kolam pekarangan rumah.

Ternyata, satu jenis ikan berkembang cepat, bahkan bisa bertelur dengan cara menyimpannya di dalam mulut hingga masa menetas jadi anak ikan.

Sertifikat Pengakuan Mbah Mujair
Sertifikat Pengakuan Mbah Mujair

Seiring waktu, ikan ini mendapat perhatian warga desa.

Kabar itu sampai ke telinga Schuster, kepala penyuluhan perikanan di Jawa Timur.

Dia berkunjung ke Papungan untuk melihat ikan temuan Moedjair.


Ternyata ikan tersebut diidentifikasi sebagai Tilapia mossambica, yang berasal dari Afrika.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved