Kamis, 23 April 2026

BIJB Minta Kemenhub Realisasikan Pemanjangan Runway BIJB untuk Pemberangkatan Haji 2018

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) meminta Kementerian Perhubungan RI segera merealisasikan pengerjaan . . .

ISTIMEWA
BIJB Kertajati Majalengka akan menjadi solusi pemecah kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) meminta Kementerian Perhubungan RI segera merealisasikan pengerjaan pemanjangan runway BIJB atau Bandara Kertajati dari yang awalnya sepanjang 2.500 meter menjadi 3.000 meter.

Hal tersebut terkait dengan rencana Presiden RI Joko Widodo yang akan menggelar pemberangkatan haji dari Jawa Barat melalui bandara di Kabupaten Majalengka tersebut pada 2018.

Direktur BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan untuk bisa memberangkatkan calon haji, bandara tersebut harus memiliki panjang runway 3.000, supaya dapat menjadi landasan pesawat setipe Boeing 777 atau pesawat bertipe badan lebar yang selalu dipakai untuk pemberangkatan haji.

Sedangkan pengerjaan sisi udara tersebut, katanya, rencana awalnya dikerjakan Kementerian Perhubungan RI.

Baca: Begini Kronologis Pelajar yang Dipanah Kepalanya Saat Turun dari Angkot di Cirebon, Sudah Diincar

Seiring waktu, katanya, terdapat rencana Angkasa Pura II akan mengelola pengoperasian Bandara Kertajati. Akhirnya, Kementerian Perhubungan RI pun berharap pembangunan runway 500 meter tersebut dilakukan Angkasa Pura II sebagai bagian partisipasi Angkasa Pura II dalam pembangunan Bandara Kertajati. Namun, belum ada kejelasan mengenai rencana tersebut.

"(Pembangunannya) belum mulai, kalau pembebasan lahan sudah, tinggal konstruksi. Kalau mau dipakai pemberangkatan haji pada 18 Juli 2018, dan pembangunan runway 500 meter itu butuh waktu empat bulan, jadi harusnya bulan kedua (Februari) sudah mulai. Itu termasuk lelang dan konstruksi. Kita harapkan yang melakukannya pusat," kata Virda di Bandung, Senin (15/1/2018).


Dari pembangunan sisi darat, yakni terminal penumpang, kata Virda, BIJB sudah siap. Karena, semua pembangunan Bandara Kertajati tersebut optimis sudah rampung seperti keinginan Presiden, yakni Juni 2018, bahkan rancananya dilakukan soft launching terlebih dulu pada April 2018.

"Kami harapkan dibangun oleh Kementerian Perhubungan RI sebagai bagian dari sisi udara. Karena selama ini juga (runway sepanjang 2.500 meter) dubangun oleh Kementerian Perhubungan RI," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kata Virda, telah mengirim surat sebanyak dua kali kepada Kementerian Perhubungan RI ntuk menanyakan kejelasan rencana pemanjangan runway tersebut. Gubernur berharap pembangunan ini dibiayai APBN.


Mengenai embarkasi pemberangkatan dan kepulangan haji, katanya, bisa menggunakan gedung di Bekasi yang selama ini dipakai jamaah haji. Sebab, katanya, asrama haji di Indramayu dan Majalengka yang memiliki kapasitas terbatas tidak mungkin digunakan untuk asrama jamaah haji Jawa Barat.

Dari Bekasi, barulah dapat diberangkatkan di Bandara Kertajati setelah perjalanan melalui Tol Cipali.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved