Hah, Benarkah Donald Donald Trump Mengidap Penyakit Sifilis?

Pemimpin Amerika Serikat (AS) yang satu ini tidak ada henti-hentinya menghiasi pemberitaan.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Researchgate
Donald Trump. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemimpin Amerika Serikat (AS) yang satu ini tidak ada henti-hentinya menghiasi pemberitaan.

Hampir selama 2 tahun terakhir, sosoknya lebih banyak menghiasi sejumlah media daripada orang lain.

Sebelumnya, sang Presiden AS ke-45 menyebut dirinya sebagai 'jenius yang stabil'.

Ternyata, twit Donald Trump yang membahas soal kesehatan mentalnya berbuntut panjang.

Sejumlah orang di Swedia bereaksi atas pernyataan ini.

Dikutip wartawan Grid.ID dari Expressen, seorang profesor bakteriologi klinis menawarkan sebuah perawatan mental untuk Trump.

Jelas Agnes Wold yang aktif di akademi Sahlgrenska di Universitas Gotherburg, perawatan yang diusungnya tidak konvensional.

Usai suami Melania Trump begitu jumawa tentang kepribadiannya, Profesor Agnes ikut berkomentar.

"Wow! Bisakah kita membuat sebuah dugaan sifilis stadium akhir?"

Demikian cuitan sang profesor di hadapan 30 ribu pengikutnya di Twitter.

Sifilis atau yang akrab disebut raja singa adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum.

Jenis penyakit ini dikategorikan sebagai infeksi menular seksual (IMS)

Dikutip wartawan Grid.ID dari Sputnik, ternyata dalam kondisi sifilis tingkat lanjut mampu menyebabkan kerusakan pada jantung.

Tidak sekedar itu, sejumlah organ termasuk yang paling penting, otak, juga bisa saja berfungsi tidak semestinya.

Bahkan ditegaskan, dapat menyebabkan timbulnya kondisi mental meski tidak seperti kegilaan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved