Senin, 20 April 2026

Kisah Inspiratif

Isi Liburan Sekolah dengan Berjualan Brondong Jagung, Lefti Ingin Bantu Perekonomian Keluarga

Ia membawa satu persatu brondong jagung dalam dus yang diminta oleh seorang pembeli. . .

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Lefti Kahmijah (10). 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Wajah Lefti Kahmijah (10) terlihat bersemangat.
Ia membawa satu persatu brondong jagung dalam dus yang diminta oleh seorang pembeli di kawasan Pasar Cipanas, Rabu (20/12/2017).

Tumpukan brondong jagung dalam dus warna cokelat yang ia jual seharga seribu rupiah sampai tiga ribu rupiah mulai berkurang.
Senyum simpul terlihat di bibirnya saat beberapa lembar uang Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu ia terima.

Kebahagiaannya adalah pulang melihat dus kosong dan dagangnya habis terjual.
Tak terpikir sedikitpun di liburan kali ini ia berleha-leha main game, atau pergi berwisata.
Ia harus membuang jauh pikiran main game atau pergi berwisata, karena harus banting tulang membantu perekonomian keluarganya.

Bocah kelas 4 SDN Pacet ini memanfaatkan libur sekolah untuk mengurangi jam berdagangnya.
Semula ia berdagang selalu pulang sekolah dan kembali ke rumah menjelang malam untuk menghabiskam dua dus yang berisi 100 bungkus makanan ringan.

"Kalau musim sekolah paling malam saya pulang ke rumah pukul 22.00," ujar Lefti.

Terkadang hingga malam pun dagangan yang dibawa Lefti masih banyak tersisa tak terjual.
Kelelahannya pun bertambah jika hal tersebut terjadi.
Namun setiap hari ia selalu optimistis jika dagangannya akan habis.

Lefti mengatakan, jika musim libur tiba ia sudah sejak pagi pergi berdagang dari rumahnya di kawasan Simpang, Cipendawa, Kecamatan Pacet.
"Kalau musim libur saya pulang lebih awal, bisa pukul 16.00 atau pukul 17.00," katanya.

Lefti mengatakan, ia bisa berjalan kaki hingga Rumah Sakit Cimacan untuk berjualan setelah berkeliling di kawasan Pasar Cipanas.
Jika dirata-rata ia bisa menempuh lebih dari 10 kilometer berjalan kaki setiap harinya dari berangkat sampai pulang lagi ke rumah.

Udara seputar Cipanas terlihat dingin karena hujan terus mengguyur sejak pagi. Jaket merah yang dipakai bocah penjual brondong jagung ini pun terlihat basah.
"Sudah biasa basah pa, yang penting barang dagangan saya tak basah," katanya.

Lefti mengatakan, orangtuanya mempunyai enam orang anak.
Lefti adalah anak ketiga dan mempunyai tiga orang adik yang masih kecil.
"Kakak saya juga sama berjualan dan ada yang ikut berjualan nasi goreng," katanya.

Ia mengatakan, uang hasil berjualannya digunakan untuk membeli keperluan sekolah seperti tas, seragam, dan buku. Kalau ada sisa diberikan kepada orangtuanya.

Ia mengatakan, ayahnya hanya seorang penjaga vila dan ibunya lebih sibuk mengurus adik-adiknya.

Di sekolah, ternyata bocah penjual brondong ini cukup berprestasi.
Ia mendapat ranking tiga di kelasnya.
Lefti mengatakan jika ia sudah besar nanti ia ingin menjadi seorang polisi.
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved