Rabu, 8 April 2026

Kisah Petugas Bandung Emergency Service Temukan Pengemudi Mobil dengan Mulut Berbusa

Saat sedang bertugas malam, dia mendapatkan laporan jika ada sebuah mobil dengan pengemudi tak sadarkan diri di dalamnya.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/YONGKY YULIUS
tim medis Public Service Center (PSC) 119 Bandung Emergency Service (BES), Vrian Agus Ramdhan (25). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Menjadi petugas medis lapangan yang siaga 24 jam harus selalu siap menghadapi tantangan apapun ketika bertugas.

Meskipun baru bergabung sejak Mei 2017 lalu di tim medis Public Service Center (PSC) 119 Bandung Emergency Service (BES), Vrian Agus Ramdhan (25) mengaku punya satu pengalaman menarik ketika bertugas.

"Saya pernah mendapati seorang pengemudi mobil tak sadarkan diri dalam keadaan mulut berbusa," ujarnya kepada Tribun Jabar, di Taman Cikapayang, Dago, Bandung, Minggu (26/11/2017).

Kejadian itu, dikatakan Vrian, terjadi sekira dua bulan yang lalu.


Saat sedang bertugas malam, dia mendapatkan laporan jika ada sebuah mobil dengan pengemudi tak sadarkan diri di dalamnya.

Mobil itu terparkir di pinggir Jalan Eyckman, Bandung.

Menerima laporan itu, Vrian bersama satu orang dokter pun langsung meluncur menggunakan mobil ambulans.

Sesampainya di lokasi, Vrian dan dokter yang bertugas mendapati pengemudi mobil itu sudah berada dalam keadaan tak sadarkan diri.

Mulut pengemudi mobil itu didapati oleh Vrian sudah berbusa.

"Akhirnya saya lapor ke kantor polisi terdekat. Polisi akhirnya datang, diperiksa, ternyata si pengemudi mobil itu dalam pengaruh obat-obatan. Polisi pun mengizinkan kami melakukan pertolongan pertama pengemudi itu," ujarnya.

Setelah melakukan tindakan pertolongan pertama, pengemudi bersama mobilnya itu pun langsung dibawa ke kantor polisi terdekat.

Bagi Vrian, menghadapi keadaan seperti itu harus dilakukan dalam keadaan tenang, tidak boleh panik.

Vrian pun mengaku, bergabung dengan tim PSC 119 karena menurutnya menolong korban di lokasi kejadian lebih merupakan panggilan jiwanya.

"Ya proses seleksi masuk tim PSC 119 memang ketat sih. Tapi ini rasanya lebih seru, menolong korban langsung di lokasi kejadian, ketimbang di rumah sakit," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved