Jumat, 15 Mei 2026

Tribun Health

Pria Kencing Jongkok Dianggap Konyol? Anda Salah Besar, Ini Faktanya

Sudah hal yang lumrah cara kencing laki-laki dilakukan dengan cara berdiri. Kencing berdiri selain secara. . .

Tayang:
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
NET
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Sudah hal yang lumrah cara kencing laki-laki dilakukan dengan cara berdiri.

Kencing berdiri selain secara etika kurang baik karena hewan pun melakukan kencing dengan berdiri.

Sebagai manusia, haruslah ada pembeda perilaku antara manusia dan hewan, salah satunya dengan cara kencing yang lebih sopan dan memiliki unsur menyehatkan.

Sekarang ini di toilet mana pun, termasuk di pusat perbelanjaan macam mal hingga di tempat umum lainnya sampai terminal sekalipun, kita menemukan toilet khusus untuk kencing laki-laki pasti posisinya menggantung (urinal) dan ‘memaksa’ kaum lelaki melakukan kencing dengan berdiri.

Kenyataannya, kebiasaan kencing dengan posisi berdiri memiliki risiko kesehatan.

Berikut penjelasannya:

Bahwa kencing berdiri bisa menyebabkan berbagai masalah dalam tubuh kita?

Satu di antaranya kencing batu.

Mungkin Anda sudah pernah mendengar nama penyakit yang satu ini.

Satu penyebabnya bisa saja karena cara kencing Anda yang salah.

Saat Anda kencing berdiri, terjadi stasis atau pengendapan air seni Anda di dalam kandung kemih yang menyebabkan konsentratnya mengendap dan membuat endapannya mulai tersusun untuk membentuk batu kandung kemih.

Disini sedikit penjelasan cara kencing yang baik yaitu cara kencing dengan cara duduk atau lebih tepatnya dengan cara jongkok.

Kenapa harus jongkok?

Ada sejumlah alasan yang harus Anda ketahui mengapa kencing sebaiknya dilakukan dengan cara jongkok, ini penjelasannya;

1. Aliran Kencing Akan Lebih Baik dan Sehat

Dikutip dari klikdokter.com saat kita jongkok sempurna seperti saat buang air besar, kandung kemih kita akan tertekan dan semua air seni kita akan keluar dari tubuh tanpa bersisa dan usahakan batuk-batuk kecil agar lebih tertekan lagi kandung kemih kita dan tidak bersisa lagi air seni kita.

Hal ini sesuai dengan penjelasan bahwa peningkatan tekanan intra perut akan membuat peningkatan tekanan intra vesica (kandung kemih) yang membuat aliran urin yang dikeluarkan menjadi lebih baik.

2. Agar Lebih Tuntas

Saat kita buang air seni dengan jongkok biasanya di ikuti kita buang gas (membuang sisa metabolisme lagi dan jarang sekali terjadi saat buang air seni dengan berdiri).

3. Posisi Berdiri Menyisakan Air Kencing

Saat kita buang air seni dengan berdiri kandung kemih kita tidak tertekan sehingga air seni masih tertinggal sebagian dalam tubuh, stasis yang terjadi dan kemungkinan untuk pembentukan batu kandung kemih menjadi meningkat.

Maka dari itu mari kita membiasakan kencing dengan cara jongkok, bila berada di toilet umum maka pilihlah toilet yang tertutup atau kamar kecil dan tidak menggunakan toilet kencing yang menggantung (urinal).

Bagaimana pun langkah kecil ini bisa menghindarkan kita dari penyakit yang tentunya kita semua hindari. 

Larangan dalam Islam

Dalam agama islam, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan salat, ketika akan ruku’ atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya.

Itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.

Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundi-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur.

Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar.

Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem.

Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu.

Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/ mengeras seperti batu karang.

Jika anda biasa meneliti sisa air kencing yang tak dibersihkan dalam kamar mandi, anda bayangkan betapa keras kerak-keraknya. Hal ini juga merupakan salah satu yang menyebabkan penyakit lemah syahwat pada pria selain dari penyebab kencing batu.

Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar.

Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya.

Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering. (Shahih Muslim No.439).

Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat, ketika ruku’ dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis.

Hal ini menyebabkan shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing merupakan najis.

Sehingga Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sering mengingatkan dalam sabdanya: “Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved