Sabtu, 11 April 2026

Takut dengan Gelap? Nih Penjelasan Ilmiah Terbaru Mengenai Sosok Hantu

LHC sendiri adalah akselerator partikel terbesar yang terdiri dari magnet superkuat dan akselerator yang melemparkan partikel.

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ferdyan Adhy
Orang yang berkostum hantu di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (6/6/2017). 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Apakah hantu itu bener-bener ada? Jawaban dari pertanyaan ini bisa sangat berbeda-beda tergantung kamu ngeliatnya dari sisi apa.

Pendekatan yang digunakan juga bisa berpengaruh terhadap hasil jawaban yang mungkin kamu dapet. Salah satunya adalah pengalaman dan preferensi pribadi tentang hal ini.

Tapi ada sebuah temuan menarik yang dilakukan oleh seorang fisikiawan tentang hal gaib ini. Seorang fisikiawan bernama Brian Cox berpendapat kalo hantu itu sebenernya nggak ada!

Hal ini dia ungkapkan dalam podcast “The Infinite Monkey Cage” di BBC 4, acara yang secara khusus ngebahas tentang fenomena metafisika.


Menurut Cox, hantu itu nggak ada karena detektor paling ampuh sedunia, Large Hadron Collider (LHC), sampai kini nggak pernah mendeteksinya.

LHC sendiri adalah akselerator partikel terbesar yang terdiri dari magnet superkuat dan akselerator yang melemparkan partikel hingga bisa berinteraksi satu sama lain.

Dengan fungsinya tersebut, LHC seharusnya mampu ngeliat perilaku partikel.

Dari situ ilmuwan bisa sedikit demi sedikit ngungkap misteri yang ada di alam semesta.

Proyek LHC ini juga telah berhasil mengkonfirmasi partikel Higgs Boson atau ‘Partikel Tuhan’. Menurut Cox, kalo hantu itu ada, seharusnya LHC juga bisa mengkonfirmasi keberadaannya.

Cox juga ngejelasin kalo hantu bener-bener ada, hantu "murni" akan terdiri dari energi, bukan materi.

Tapi, kalo tersusun dari energi, hantu seharusnya akan cepat hilang dan menjadi panas, Ini sesuai dengan Hukum II Termodinamika yang bilang kalo Total Entropi dalam sistem selalu meningkat.

Satu-satunya cara hantu bisa eksis dalam waktu yang lama adalah adanya sumber energi dari hantu itu sendiri.


Namun, seperti yang udah diutarakan Cox sebelumnya, hingga kini belom terdeteksi oleh LHC.

Sumber: Hai
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved