2 Pelajar Cianjur Tewas Setelah Tenggak Miras, 4 Temannya Alami Keracunan
Anak saya ngeluh sakit dada. Awalnya tidak tahu minum miras oplosan. Sampai anak saya tidak sekolah kemarin
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Dua remaja asal Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, tewas setelah menenggak minuman keras oplosan. Empat pemuda lainnya juga mengalami keracunan satu di antaranya dirawat intensif di RSUD Cianjur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat enam remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut berkumpul setelah pulang sekolah, Senin (23/10/2017) siang. Namun mereka berkumpul untuk menenggak minuman keras oplosan.
Mereka pun menghubungi temannya F (20) yang biasa meracik miras oplosan. Dengan bahan alkohol murni, minuman penambah stamina, air mineral, dan obat nyamuk usap, minuman itupun dibuat.
Baru 7 Bulan Nikah Sudah Melahirkan, Begini Penampilan Artis Cantik Ini Sekarang. Pangling Banget! https://t.co/80UO8QYIB4 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 25, 2017
Tanpa ragu, remaja tanggung menenggak miras tersebut hingga mabuk. Tetapi tidak lama dari itu, mereka mulai merasakan reaksi miras oplosan, seperti pusing, mual, dan sesak.
"Anak saya ngeluh sakit dada. Awalnya tidak tahu minum miras oplosan. Sampai anak saya tidak sekolah kemarin," ujar Asep Kurniawan (39), ayah dari D (16) korban yang kritis di IGD RSUD Cianjur.
Dia baru tahu anaknya menenggak miras setelah dua teman dari anaknya, Y (17) dan MA (16) meninggal dunia pada Selasa (24/10) malam. Bahkan Y sudah meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Cianjur. (fam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/illustrasi-jenazah-astika-yang-tewas-tanpa-kepala_20150915_173816.jpg)