Sabtu, 30 Mei 2026

Mereka yang Memilih Jalan Telanjang, Kisah Kaum Nudis di Indonesia

Aditya menekankan, ''nudis tidak ada hubungan sama sekali dengan aktivitas seksual. Bedakan dengan eksibionis.''

Tayang:
Editor: Ravianto
hak foto aditya via bbc
Aditya, naturis Indonesia yang senang masak sambil bertelanjang. 

Kopi darat berlangsung di ruang yang mereka sewa bersama-sama. Tempatnya berpindah-pindah. ''Bali, dulu pernah tapi saya belum pernah ikut. Yang di Puncak saya pernah ikut.''

Topik pembicaraan yang dibahas para penganut gaya hidup telanjang itu beragam. Mulai dari sidang Ahok sampai bicara bisnis.

''Saat itu lagi sidang-sidangnya Ahok ya. Kita bicara soal sidangnya Ahok, kita bicara soal Jakarta, tidak ada hubungannya dengan ketelanjangan... Bahkan dua teman sibuk bicara bisnis.''

Menurut dia, kumpul dan bertelanjang bersama kaum naturis lain membuat hubungannya lebih erat.

Baca: Kata OB Tentang T1 Sauna, Tempat Pesta Gay yang Digerebek Polisi

Baca: 7 Sisi Lain Adolf Hitler yang Jarang Diketahui, Ternyata Dia Hanya Punya Satu Testis

''Kita menampakkan diri apa adanya. Yang gemuk, buncit, penisnya pendek atau panjang, payudaranya besar atau kecil, atau ada tanda lahir, semua kelihatan. Kenapa harus apa adanya? Sebab artinya kita menerima diri dan respek terhadap diri orang lain.''

Buat Aditya, banyak miskonsepsi, alias pandangan yang keliru, yang perlu diluruskan soal naturis.

''Masyarakat selalu menginterpretasikan telanjang itu kaitannya dengan seks. Telanjang ramai-ramai pasti pesta seks. Padahal tidak sama sekali," katanya menegaskan betapa kelirunya pandangan seperti itu.

Aditya menekankan, ''nudis tidak ada hubungan sama sekali dengan aktivitas seksual. Bedakan dengan eksibionis.''

''Kemunafikan juga menjadi penyebab (ketidaktahuan masyarakat). Mereka menganggap sesuatu yang tertutup lebih sopan daripada yang terbuka.''

Liburan ke pantai tersembunyi

Walau hukum tidak ramah pada naturis di Indonesia, bukan berarti peluang bugil juga nol.

Saat orang lain yang berlibur di pantai sibuk mencari baju yang nyaman, pakaian ganti, dan handuk untuk menutup tubuh, Aditya justru nyaman tanpa sehelai pakaian di tubuh.

Aditya mengaku baru pulang dari sebuah wilayah terpencil, yang jarang didengar orang dan jauh dari miskonsepsi tentang pilihan hidupnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved