Sabtu, 30 Mei 2026

Mereka yang Memilih Jalan Telanjang, Kisah Kaum Nudis di Indonesia

Aditya menekankan, ''nudis tidak ada hubungan sama sekali dengan aktivitas seksual. Bedakan dengan eksibionis.''

Tayang:
Editor: Ravianto
hak foto aditya via bbc
Aditya, naturis Indonesia yang senang masak sambil bertelanjang. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Tampil telanjang di muka umum atau lingkungan terbatas masih tabu di Indonesia.

Bukan hanya tabu, hal itu juga bertentangan dengan perundangan dan pandangan sosial di sebagian besar masyarakat Indonesia.

Lalu, bagaimana kaum naturis — yang percaya pada ketelanjangan — menjalani hidup di bawah ancaman perundangan dan situasi sosial yang menentang mereka.

Tubuhnya polos tanpa sehelai benang. Sepanci besar tuna pedas, yang katanya dimasak bersama cabai, bawang, dan sepuluh lembar daun jeruk — menyamarkan wilayah tubuh sekitar pinggang serta pinggul.


Aditya memposting resep berikut foto dirinya tersebut ke sebuah situs naturis yang mengangkat kehidupan orang-orang yang punya gaya hidup telanjang.

''Saya senang bertelanjang, termasuk pas masak,'' katanya tegas.

Dari tahun 2007 Aditya sudah memutuskan dia seorang nudis. ''Kapanpun bisa, saya akan telanjang.'' Saya bertanya alasannya, dia menjawab: ''Dengan bertelanjang saya merasa nyaman dengan diri sendiri.''

Kalau mau berhitung untung-rugi gampangan, Aditya berhemat soal pakaian: dalam sepekan cucian baju kotornya minimal. Hanya 15 potong, sudah termasuk pakaian dalam. ''Saya juga pakai pakaian dalam ke kantor,'' katanya.

Baca: Ini Alasan Umuh Muchtar, Persib Bandung Tak Ikut 15 Klub Liga 1 Ancam Mogok Main

Tarik mundur ke satu dekade lampau. Aditya menemukan berjilid-jilid artikel tentang nudisme saat menjelajah internet. ''Kalau dirunut dari dulu saya suka telanjang, di kamar mandi lama sekali. Sekitar tahun 2007, hiburan saya cuma satu: warnet. Saya baca artikel tentang nudisme dan tertarik, saya cari lagi dan lagi... Saya berpikir sepertinya nudisme adalah jalan hidup yang selama ini saya cari.''

Saya berbicara dengan Aditya setelah bertukar kontak lewat media sosial. Berbeda dengan postingan di dua situs nudis yang memperlihatkan tubuh telanjangnya Aditya tampil biasa: berpakaian lengkap di tiap postingan Instagram.

Undang-Undang Pornografi 2008 akan menjerat warga yang bugil di tempat umum dengan penjara 10 tahun. Lantaran ancaman hukum itulah, orang seperti Aditya yang senang bertelanjang berhadapan dengan risiko tinggi.

''Buat teman-teman, saya tergolong nekat. Berani nulis di internet,'' kata dia.


Tapi Aditya tidak sendirian, setidaknya. Di Jakarta dia bergabung dengan sebuah komunitas kaum nudis, yang menurutnya memiliki sekitar 10-15 anggota 'yang sudah berani tampil,' laki-laki dan perempuan.

Mereka secara berkala melakukan pertemuan atau kopi darat istilahnya.

''Jebret, setiap gathering begitu kumpul kita langsung naked.''

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved