Eksklusif Tribun Jabar

Ratusan Aplikasi Berbasis Internet yang Diluncurkan Pemkot Bandung Tak Bermanfaat

"Selama ini saya belum mencobanya karena merasa belum ada urusan yang membuat saya mesti menggunakan layanan itu," ujarnya.

Penulis: Dian Nugraha Ramdani | Editor: Ravianto
zoom-inlihat foto Ratusan Aplikasi Berbasis Internet yang Diluncurkan Pemkot Bandung Tak Bermanfaat
Agung Yulianto
INFO PARIWISATA - Sri Maizawati dari tim Service and Product Research Development Center (RDC) Telkom menunjukkan aplikasi H!Bandung kepada Tribun, di Gedung RDC, Senin (30/4) siang. Aplikasi ini berisi informasi tentang pariwisata Bandung.

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Hampir 400 aplikasi berbasis internet yang diluncurkan Pemerintah Kota Bandung dalam empat tahun terakhir.

Namun, alih-alih memanfaatkannya, sejumlah warga bahkan mengaku sama sekali tak mengenalnya, sedangkan sebagian yang mengaku tahu atau sempat mendengar belum tertarik menggunakannya.

Faisal Amir (27), misalnya. Meski sudah lama mendengar beberapa aplikasi yang diluncurkan Pemkot Bandung untuk memudahkan warga, warga Warung Jambu, Kecamatan Kiaracondong, itu mengaku belum tertarik menggunakannya.

"Saya belum pernah memasang aplikasi-aplikasi itu di handphone pintar saya, apalagi mencobanya," ujarnya saat ditemui Tribun di kawasan Cicaheum, Kota Bandung, Senin (25/9).

Karena tak terlalu tertarik dengan beragam aplikasi yang diluncurkan Pemkot, kata Faisal, ia tak mengikuti perkembangan apliksi-aplikasi tersebut.

Meski berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di Kota Bandung, Faisal bahkan mengatakan tak tahu saat ditanya tentang aplikasi Tongsis (Tolong Siswa) yang diluncurkan Dinas Pendidikan, 22 Meli lalu.


Padahal dengan aplikasi ini, para guru dan orang tua siswa bisa dengan mudah mengetahui aktivitas siswa di sekolah, termasuk mengetahui apakah seorang siswa masuk sekolah atau tidak.

"Saya baru tahu ada aplikasi seperti itu yang diluncurkan Disdik. Tapi, saya kira ini pekerjaan rumah bagai Pemerintah Kota Bandung untuk lebih giat menyosialisasikannya," ujarnya.

"Jika memang ada aplikasi yang khusus dibuat untuk guru dan orang tua, seharusnya datang ke lembaga-lembaga terkait untuk menyosialisasikannya agar yang ditargetkan menjadi tahu."

Fourus Huznatul Abqoriyah (27), warga Jalan Sumbersari, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, bahkan mengaku sama sekali tak tahu bahwa selama ini ada ratusan aplikasi yang dibuat Pemkot untuk memudahkan warga di Kota Bandung mendapat pelayanan.

Namun, seperti Faisal, Fourus juga menyalahkan pemerintah atas tidak sampainya informasi itu kepada masyarakat.

Baca: Ribuan Burung di Dekat Gunung Agung Mati Mendadak, Badannya Basah dan Bulu Rontok

Baca: Warna Pelat Nomor Kendaraan Akan Diganti yang Lebih Terang

"Sosialisasinya harus lebih sering," ujar tenaga pendidik di salah satu universitas swasta di Kota Bandung itu, di Jalan Arcamanik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved