Kamis, 30 April 2026

Persib Bandung

Mengaku Peduli Terhadap Kasus di Rohingya Tapi 'Kekeuh' Menghukum Bobotoh, Ini Penjelasan PSSI

Konflik Rohingya telah masuk ranah politik dan sejarah yang kompleks dimana telah menyedot perhatian internasional.

Tayang:
Editor: Fauzie Pradita Abbas
tribun timur
Koreografi dari bobotoh di Stadion si Jalak Harupat, Sabtu (9/9/2017). 

UEFA (Konfederasi Sepak Bola Eropa) pun pernah menjatuhkan sanksi pada Glasgow Celtic FC, karena suporternya membawa bendera Palestina pada pertandingan resmi yang diawasi oleh FIFA.

Dimana konflik Palestina Israel adalah konflik terlama yang melibatkan sejarah cukup panjang yang menjatuhkan banyak korban jiwa.


Sedangkan yang terjadi pada aksi koreo "Save Rohingya" yang dilakukan suporter Persib sama dengan dua kasus diatas.

Konflik Rohingya telah masuk ranah politik dan sejarah yang kompleks dimana telah menyedot perhatian internasional.

Bahkan kasus Rohingya telah masuk dalam pembahasan Dewan Keamanan PBB.

Perkembangan ini menunjukan bahwa isu etnis Rohingya sudah terkait dengan hak dan kewajiban negara Myanmar secara internasional dalam menerapkan kedaulatan di wilayahnya sendiri. Apabila situasi ini dikaji lebih mendalam, negara-negara yang melakukan pembicaraan mengenai posisi Myanmar secara hukum di kancah internasional juga memiliki kepentingan tersendiri, terutama saat memperdebatkan hal ini di forum-forum seperti PBB, dilansir dari media@pssi.org.

Prinsipnya PSSI dalam statutanya bahwa anggota PSSI sepakat bahwa tujuan PSSI adalah mematuhi peraturan FIFA dan AFC.

Dengan hal tersebut PSSI akan bersikap netral dalam urusan politik dan SARA.

PSSI sendiri memang sangat menentang tragedi kemanusia yang dialami etnis Rohingya, seperti komentar Ketua PSSI Edy Rahmayadi.

"Pada prinsipnya, PSSI sangat menentang tragedi kemanusiaan dalam bentuk apapun, di daerah apapun, terlebih apabila suatu tragedi menyebabkan hilangnya banyak nyawa," kata Edy.


"PSSI akan terus menjadikan perdamaian sebagai tujuan utama dari penyelenggaraan sepakbola, seperti yang tertuang dalam Statuta PSSI dan FIFA," kata Edy.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved